Wujudkan Visi Wonogiri, Lokakarya Mandiri 1 Guru Penggerak dan Pengajar Praktik Angkatan 4 Wonogiri

Komunitas Guru Penggerak Angkatan 4 Wonogiri mengadakan Lokakarya Mandiri perdana pada Selasa, 8 Agustus 2023 bertempat di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.  Kegiatan Lokakarya Mandiri ini dilaksanakan untuk memberikan penyegaran bagi Guru Penggerak Angkatan 4 pascakelulusan dengan mengusung tema “Dampak dan Pencegahan 3 Dosa Pendidikan di Indonesia dan Strategi Pencegahannya”.

Kegiatan dibuka oleh moderator dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Guru Penggerak yang dipimpin oleh Soeharmani. Acara berikutnya pembacaan doa oleh Rahmat Setiyawan.  Laporan ketua penyelenggara kegiatan Lokakarya Mandiri 1 disampaikan oleh Anggrit Yusnanto, Ketua Komunitas Guru Penggerak Angkatan 4 Wonogiri.  Jumlah Guru Penggerak (GP) Angkatan 4 Wonogiri ada 102 guru dan 20 Pengajar Praktik (PP), dengan perincian kehadiran saat Lokakarya Mandiri 1 adalah 12 orang PP, GP jenjang TK 12 orang, jenjnag SD 22 orang, jenjang SMP 25 orang, jenjang SMA 22 orang, dan 8 orang jenjang SMK.  Kegiatan Lokakarya Mandiri 1 ini sebagai wadah komunikasi dan optimalisasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) Guru Penggerak Angkatan 4 Wonogiri.

Acara sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah diwakili oleh Kepala BBGP Jawa Tengah, Kristiawan, menyampaikan sambutan tertulis dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.  Paradigma baru pembelajaran yaitu guru berpihak pada murid. Guru mengajar bukan karena kebutuhannya namun sesuai kebutuhan murid. Guru harus menjadi panutan, memberi motivasi, dan mendorong dari belakang dengan dukungan moral. Guru harus selalu mengikuti perkembangan yang ada yaitu menggunakan IT dengan bijak.  Acara selanjutnya sambutan Ketua BBGP Jawa Tengah yang diwakili oleh Zaimatus Zaida, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Sriyanto. Agenda hari ini juga dihadiri oleh Setyawan, Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI.

Kegiatan Lokakarya Mandiri 1 dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Kabid PTK, Tarmo, dengan materi  Optimalisasi Peran dan Aksi Nyata Guru Penggerak, membahas mengenai: 1) Dosa besar pendidikan di Indonesia; 2) Peran dan aksi nyata Guru Penggerak, dan 3) RTL Komunitas Guru Penggerak Angkatan 4. Visi Kabupaten Wonogiri 2021-2026 “ Mewujudkan Wonogiri yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera” dengan semangat Go Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri.  Salah satu cara untuk mewujudkan visi tersebut adalah melalui pendidikan.  Meskipun demikian terdapat 3 dosa besar pendidikan di Indonesia yaitu intoleransi  dan degradasi moral, bullying, dan kekerasan seksual.  Penyebab terjadinya ketiga hal tersebut diantaranya learning loss masa pandemic, broken home, faktor ekonomi, pemanfaatan HP yang kurang bijak, dan penelantaran anak (ditinggal boro).

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Berbagi Aksi Nyata Guru Penggerak Angkatan 4 pada tiap jenjang.  Jenjang TK diwakili oleh Sriyanti dari TK Pertiwi Kecamatan Eromoko dengan aksi nyata market day dan pemanfaatan sampah, jenjang SD diwakili oleh Gayan Inangi M dari SD Negeri 5 Bero Kecamatan Manyaran dengan aksi nyata Wali Murid Mengaji dan Parenting Anak.  Perwakilan jenjang SMP diwakili oleh Ningtyas Kusumastuti dari SMP Negeri 4 Wonogiri dengan aksi nyata Cerisa (Cerita Literasi Bersama).  Jenjang SMA diwakili oleh Kurniasih dari SMA Negeri 1 Wonogiri dengan aksi nyata Pentingnya Kesetaraan Gender di Sekolah, dengan cara mengaktifkan radio internal di SMA Negeri 1 Wonogiri. Jenjang SMK diwakili oleh Heri Adi Nugroho dari SMK Pancasila 6 Jatisrono dengan aksi nyata Subakastawa. Berbagi aksi nyata dari Pengajar Praktik juga disampaikan dan diwakili oleh Witono dari SMP Negeri 1 Puhpelem dengan kegiatan Prestasi Bersemi yang merupakan singkatan Program Strategis Berbagi dan Refleksi presentasi kegiatan setiap guru dengan peserta didik dalam satu pekan.

Di sela-sela sesi kegiatan Lokakarya Mandiri ini dilakukan kegiatan energizer yang dipandu oleh para Pengajar Praktik, diantaranya Suyanto, Siti Zulaiha, dan Dewi Lestari agar kegiatan berjalan dengan semangat.  Kegiatan selanjutnya sesi refleksi dari Pengajar Praktik Witono dengan pesan antara lain Guru Penggerak mempunyai Golden Ticket untuk menjadi apa saja, sehingga Guru Penggerak harus bertangung jawab dengan statusnya, Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 selama 14 bulan, ibarat tanaman kita bukanlah tanaman prototipe, dan pelatihan sebaik apa pun tidak dilihat dari dikuasainya materi pelatihan akan tetapi dilihat dari seberapa besar praktik baik yang dilakukan. Kegiatan dilanjutkan dengan kata penutup dari Koordinator Guru Penggerak Angkatan 4 dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai penutup.