SD Muhammadiyah Wonogiri Luncurkan Inovasi Tameng Antig

SD Muhammadiyah Wonogiri sebagai sekolah Islam berkarakter meluncurkan Program Inovasi TAMENG ANTIG (Tamat Membaca Al-Quran dan Menghafal Juz Tiga Puluh) dengan menggunakan metode Al Husna dalam proses pembelajaran membaca Al Qur’an dan metode Al-Qosimi dalam proses pembelajaran menghafal Al Qur’an. Inovasi diluncurkan untuk  mewujudkan mutu pendidikan Al-Quran yang lebih baik, berkualitas dan berpedoman pada pengajaran Rasulullah SAW.

Inovasi  ini menjadi jawaban dari permasalahan yang mendasar bagi umat Islam. Masih banyak dari kalangan umat Islam dari anak-anak hingga lanjut usia yang belum mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Mereka menganggap membaca dan menghafal Al Qur’an itu sesuatu yang sulit, membosankan dan penuh kendala, sehingga mereka putus asa untuk mempelajarinya. Program diawali dengan merancang program inovasi. Selanjutnya, untuk mendukung program inovasi tersebut digelar Bimbingan Teknis TAMENG ANTIG yang berlangsung pada Kamis (18/11/21). Bimtek dilaksanakan di SD Muhammadiyah Wonogiri dipandu host Putri Zahra, S.Pd dan moderator Ferda Rozaq, M.Pd.

Kegiatan diawali dengan pemaparan program inovasi TAMENG ANTIG oleh Parmanto, S.PdI sebagai inventor. Selain mengenalkan program inovasi TAMENG ANTIG, dalam paparannya, Parmanto mengharapkan Bimtek ini menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta sehingga mampu mewujudkan generasi Qur’ani yang hebat dan berkualitas baik dari segi pendidiknya ataupun peserta didiknya.

Pada sesi kedua dilanjutkan penyampaian metode Al Husna oleh Sri Wibowo S.PdI. Sri Wibowo menyampaikan bahwa metode Al Husna adalah metode mudah, cepat, praktis, sistematis serta berpedoman pada pengajaran Rasulullah SAW dengan memakai penulisan Rasm Al Utsmani. Metode ini dapat digunakan semua usia, mulai balita hingga manula. InsyaAllah, hanya dengan 3 langkah saja dapat mengantarkan peserta didik mampu membaca Al Qur’an. Langkah-langkah tersebut adalah penguasaan huruf hijaiyyah dengan menggunakan teknik Scanning – Story – Saying, penggunaan sistem tanda baca  dan mengenal kata kunci dan kode.

Pada sesi selanjutnya, penyampaian metode Al Qosimi oleh Dzikroni. Dzikroni menjelaskan metode Al-Qosimi adalah metode yang digunakan untuk mempermudah menghafal Al Quran baik untuk usia anak-anak maupun lanjut usia. Dalam metode Al Qosimi, sistem pembelajarannya yaitu menghafal dengan membaca ayat Al Qur’an diulang-ulang kurang lebih 10 sampai dengan 40 kali.

Kegiatan Bimtek dihadiri oleh Bapak Ibu koordinator BTQ Kelas 1-6, perwakilan Pengurus TPQ Abdurrahman, TPQ Al Huda dan TPQ Ar Rois serta wali murid. Selama kegiatan berlangsung, terlihat peserta antusias dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan. Pada akhir sesi inventor dan pengurus TPQ menandatangani nota kesepahaman (MOU) sebagai bentuk kerja sama dan sebagai acuan pelaksanaan program inovasi TAMENG ANTIG. “Setelah Bimtek ini diharapkan semua stakeholder yang terlibat dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan buta huruf Al Qur’an, serta dapat mencapai tujuan mulia dari program inovasi TAMENG ANTIG,” ungkap Parmanto, S.PdI, Kepala sekolah SD Muhammadiyah Wonogiri. (Sri Wahyuni)