Riska Septian Juarai Lomba Inobel

Riska Septian, Guru SD Negeri 2 Kedungombo Baturetno, berhasil menjuarai lomba inovasi pembelajaran (INOBEL) bidang lomba Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Prakarya, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Muatan Lokal (SORAM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Bali pada tahun 2018.

Prestasi tersebut diraih berkat karya inovasi berupa media getah pisang yang ia ciptakan. Pria 33 tahun tersebut menuturkan bahwa media getah pisang adalah cat pewarna batik yang berasal murni dari getah pisang tanpa adanya capuran dari zat pewarna kimia yang lain. “Media getah pisang memiliki beberapa kelebihan, yaitu alami sehingga aman jika digunakan dalam pembelajaran untuk anak sekolah dasar (SD), memiliki warna yang khas, dan dapat meningkatkan jiwa entreprenur siswa,” imbuh Riska.

Riska menceritakan latar belakang ia menciptakan karya inovasi media getah pisang adalah adanya biaya yang besar guna melaksanakan proses belajar mengajar pada materi membatik. Untuk melaksanakan kegiatan membatik kita harus mempersiapkan canthing, kompor, wajan, malam, dan pewarna batik. Guna mendapatkan alat-alat tersebut tentu biaya yang dibutuhkan tidak sedikit apalagi bagi sekolah yang memiliki sedikit siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut maka diharapkan media getah dapat dijadikan sebagai alternatif solusi permasalahan. Dikarenakan media getah pisang dapat diciptakan dengan biaya yang murah serta  aman digunakan untuk anak SD dan dapat mengedukasi siswa tentang jiwa entrepreneur. Dengan adanya media getah pisang, sekolah-sekolah dapat melaksanakan praktik membatik dengan biaya yang murah sehingga batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia dapat dilestarikan.

Lebih lanjut pria yang lahir pada 21 September 1986 menceritakan bahwa lomba INOBEL dibagi kedalam empat tahapan. Tahapan pertama adalah tahapan seleksi administrasi, tahapan kedua adalah tahapan seleksi naskah, tahapan ketiga adalah tahapan workshop yang dilangsungkan di kota Bogor, dan tahapan keempat adalah tahapan final yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali.

“Syukur Alhamdulillah atas hasil yang saya peroleh. Terimakasih atas dukungan dan bantuan semua pihak. Harapan kedepan saya adalah dapat membagikan ilmu yang saya peroleh dari kejuaraan ini dan tentunya akan terus berkarya dalam dunia pendidikan,” pungkas Riska.