PKG PAUD Giriwoyo Tetap Bergerak Meskipun Berjarak

Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, PKG Srikandi Kecamatan Giriwoyo dengan penuh semangat melaksanakan kegiatan  rapat koordinasi yang dilaksanakan secara online, yaitu dengan menggunakan video conferensi atau biasa disebut dengan Vicon, Jumat (22/05).

Acara yang dipandu oleh host ibu Sugiyarti, S.Pd.AUD dan moderator Puspa Istriyani Saroh, S.Pt. berlangsung dari pukul 08.00 sampai jam 11.00 yang diikuti oleh kurang lebih 30 pertisipan dengan dibuka oleh Ketua PKG PAUD Kec. Giriwoyo Ibu Surati, S.Pd.AUD beliau menyampaikan bahwa karena adanya virus yang mewabah, PKG Srikandi harus tetap bergerak walaupun berjarak.

Dilanjutkan sambutan dari Bapak Banu Darusalam, selaku Kasi PTK PAUD PNF beliau menyampaikan bahwa kegiatan daring bukanlah satu hal wajib bagi setiap pendidik. Karena kegiatan tersebut pastinya memiliki banyak kendala. Salah satunya contohya kesejahteraan GTY yang terkendala pada kuota. Beliau melanjutkan, PKG berfungsi sebagai pola pembinaan kelembagaan, yaitu pembinaan peserta didik dan pengelolaannya. Selain PKG ada KKG, KKG merupakan wadah kompetensi guru yang mana mulai bulan Januari tahun 2020 ada revitalisasi KKG TK. Karena terkendala pandemi, kegiatan KKG tidak dapat berkumpul. Sempat beredar berita mengenai KKG dibubarkan itu adalah tidak benar. Hal itu terjadi karena adanya dampak problematika. Peran KKG di PKG perlu dikuatkan, imbuhnya. KKG tidak ada kegiatan lain selain peningkatan kompetensi, misalnya: Workshop dan pelatihan. Di akhir sambutan beliau menyampaikan wujud Tri Pusat Pendidikan yaitu, pendidikan di rumah, pendidikan di sekolah dan pendidikan di lingkungan.

Pada sambutan yang kedua yaitu disampaikan oleh Bapak Harto, S.Pd, M.Pd. Perkenalan lagu-lagu daerah adalah hal yang sering beliau sampaikan setiap kali menyampaikan sambutan. Karena dengan pegenalan budaya daerah adalah salah satu bentuk kita dalam membantu bangsa untuk melestarikan budaya di era modern ini. Bapak yang memiliki hobi melantunkan tembang-tembang mocopat ini juga menyampaikan bahwa pendidik harus kooperatif pada anak didik pada masa pandemi ini. Dengan cara mengunjungi rumah anak didik yang dekat dengan tempat tinggal, misalnya. Karena kehadiran kita sebagai pendidik merupakan penyemangat mereka di saat harus belajar di rumah saja, dan yang pastinya sangat merindukan kembali ke sekolah belajar bersama bapak ibu guru dan teman-temannya.

Memasuki acara inti materi, disampaikan oleh ibu Surati, S.Pd dengan tema, “ Ciri-ciri Bermain Pada Pandemi Covid-19”. Sebelum melanjutkan materi beliau mengulas kembali tentang “Siapakah Anak Itu?”. Kemudian beliau melanjutkan secara gamblang tentang hal tersebut dari berbagai sudut pandang. Pada masa pandemi ini janganlah kita terlalu membebani anak dengan tugas. Cukup mengingatkan mereka dengan bertanya, “Sudah makan sayur belum hari ini?” “Sudah cuci tangan berapa kali?” “Sudah melaksanakan sholat belum?” dan lain sebagainya. Adapun ciri-ciri bermain yang beliau sampaikan diantaranya: sukarela, selalu menyenangkan, lebih mementingkan proses dari pada hasil, partisipasi aktif, bebas, makna dan kesenangan dalam bermain.

Video konferensi PKG Srikandi diakhiri dengan kegiatan diskusi ataupun tanya jawab. Yang salah satunya disampaikan oleh Aris Setiadi, SE yang merupakan salah satu pendidik di TK Nurul Huda Giriwoyo. Pendidik sekaligus vokalis salah satu grup nasyid ini berbagi pengalaman, bahwa sulit untuk menyinkronkan mindset pendidik dengan wali murid. Karena yang mereka tahu, sekolah itu adalah belajar calistung. Bukan hanya sekedar bermain-main saja. Dan wali murid belum bisa menerima hal-hal yang baru dalam pembelajaran. Loosepart misalnya. Karena dari lingkungan sekitar anak anak juga bisa belajar dan bermain. Tidak harus memakai kertas kerja ataupun dengan drilling membaca.