MGMP Prakarya dan TIK SR 04 Jatisrono Gelar KKG Teknik Penilaian

MGMP Prakarya dan TIK Rayon Wonogiri  kembali melaksanakan Kegiatan Kolektif Guru (KKG) tahun 2022 secara daring menggunakan Zoom Meeting dengan tema Teknik Penilaian. Kali ini yang menjadi penyelenggara adalah MGMP Prakarya dan TIK Subrayon 04 Jatisrono. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 27 April 2022 yang dimulai pukul 08.30-11.30 WIB. Menghadirkan narasumber Sudirman, Guru SMP Negeri 1 Jatisrono dan dipandu host Sulisniyati dari SMP Negeri 1 Jatisrono dengan moderator Sri Harumi, guru SMP Negeri 4 Jatisrono. Kegiatan ini diikuti 62 peserta dan dibuka oleh Ketua MGMP Prakarya Subrayon 04 Jatisrono yakni Danang Sarwodi. Danang Sarwodi menyampaikan permohonan maaf mengenai tertundanya pelaksanaan KKG Paket 2 ini karena padatnya jadwal kegiatan kelas IX, serta ucapan terima kasih juga disampaikan kepada narasumber, dan semua Bapak Ibu Guru Prakarya dan TIK sehingga kegiatan KKG Paket 2 In 1 dapat terlaksana dengan lancar.  

Kegiatan berikutnya adalah paparan materi dari narasumber. Sudirman menyampaikan materi dengan mengawali kegiatan inti dengan memaparkan materi mengenai Mekanisme Penilaian oleh Pendidik. Beliau juga menyampaikan kebijakan implementasi standar penilaian, teknik penilaian, administrasi perencanaan penilaian, administrasi pelaporan penilaian, landasan keilmuan mengenai penilaian, analisis hasil penilaian, dan analisis kualitas soal. Penyampaian materi oleh narasumber mengenai Teknik Penilaian sangat detail dan jelas. 

Pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan dari Susanto mengenai perlakuan terhadap peserta didik yang nilainya jauh di bawah KKM. Selanjutnya pertanyaan dari Budiyanti terkait dengan berbagai media pembelajaran yang sulit untuk diakses peserta didik dan mengenai gaya belajar peserta didik yang heterogen. Pertanyaan berikutnya dari Sri Harumi yakni mengenai pembelajaran berbasis proyek. Narasumber menjawab pertanyaan dengan jelas dan mudah dipahami karena disertai contoh-contoh. 

Pada sesi akhir penyampaikan materi, Sudirman menyampaikan kesimpulan yakni untuk melakukan sesuatu sekecil apapun itu perubahan sebenarnya yang diubah adalah mindset terlebih dahulu, perubahan mindset tidak bisa tidak kecuali kita harus menjadi orang yang tawadhu, artinya percaya bahwa pada diri seseorang pada informasi baru yang diluncurkan kebijakan pemerintah apapun itu ada kebaikan yang akan membuat keadaan menjadi baik, maka perubahan bisa dimulai kalau kita tidak memiliki mental blocking, insyaAllah dari situ saja. Kalau dari situ saja sudah bisa menerima, maka tahap demi tahap kita bisa menerima perubahan. 

Pada akhir kegiatan Sri Harumi selaku moderator memberikan penguatan dan memotivasi untuk melaksanakan tugas sebagai guru dalam hal ini mengenai penilaian. Sebagai guru harus mengubah mindset dan keluar dari zona nyaman untuk kemajuan perubahan pendidikan yang lebih baik.