MGMP PPKn Kabupaten Wonogiri Selesaikan Diklat Fungsional In Service 2

MGMP PPKn Kabupaten Wonogiri melaksanakan pertemuan In Service 2 Diklat Fungsional kerja sama dengan PPM UNS Surakarta. Kegiatan In Service 2 dilaksanakan secara virtual menggunakan Microsoft Teams dimulai pukul 09.00 WIB pada Rabu, 10 Maret 2021. Fokus pembahasan materi tentang Model Pembelajaran PPKn.  Host Ningtyas Kusumastuti, Ketua MGMP PPKn Subrayon 01 Wonogiri, mengawali kegiatan dengan pembukaan kemudian kegiatan dipandu moderator Didik Setyanto AP, Ketua MGMP PPKn Rayon Wonogiri. Pembukaan diawali dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya 3 stanza dilanjutkan dengan doa dan sambutan.

Diklat Fungsional Model Pembelajaran PPKn diikuti sekitar 90 peserta dengan harapan guru-guru PPKn di wilayah Kabupaten Wonogiri memiliki pengetahuan lebih tentang Model Pembelajaran untuk meningkatkan proses pembelajaran terutama masa pandemi. Muchtarom, selaku narasumber pertama dari PPM UNS menyampaikan Jenis Pendekatan Pembelajaran Karakter. Muchtarom mengenalkan Teknik Pembelajaran Karakter yang disebut TITIAN. Titian merupakan model pembelajaran untuk membuat proyek sederhana dan mengaktualisasikan nilai-nilai. Tujuan penerapan model Titian diharapkan siswa dapat menjelaskan konsep sederhana kepada orang lain, mengidentifikasi topik yang masih sulit dimengerti, menandai kata-kata sulit, menganalisis nilai-nilai dengan melaksanakan refleksi, dan pada akhirnya bisa membuat proyek sederhana dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber kedua dari UNS, Rusnaini menjelaskan tentang Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai. Disampaikan bahwa nation and character building telah menjadi salah satu agenda pembangunan sejak kemerdekaan Indonesia hingga saat ini bahkan ke depan. Lebih lanjut dijelaskan upaya pengembangan karakter bangsa sangat perlu diterapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, pengembangan karakter dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran (embedded approach). Pengembangan karakter harus menjadi fokus utama untuk mengembangkan nilai dan sikap dengan menggunakan berbagai strategi pendidikan nilai, khususnya untuk mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan. Sementara untuk mata pelajaran lainnya yang secara formal memiliki misi utama selain pengembangan nilai/karakter, wajib dikembangkan kegiatan yang memiliki dampak pengiring berkembangnya nilai/karakter dalam diri peserta didik.

Narasumber ketiga dari UNS, Winarno, menyampaikan perihal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) PPKn. PPKn merupakan wahana untuk enkulturasi Pancasila, menjadi wahana pengembangan warga muda yang memiliki profil pelajar Pancasila. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ragam model pembelajaran yang disajikan nampaknya tidak cukup mengalami keberhasilan pembelajaran PPKn di masa pandemi yaitu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dijelaskan pembelajaran PPKn mengalami kendala dan keterbatasan pelaksanaan yang berimbas pada pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Menurut Winarno dalam pembelajaran daring kemampuan technological knowledge guru sangat penting bahkan sebagai conditio sine quanom. Diperlukan model pembelajaran yang efektif dan kreatif untuk meningkatkan rasa ketertarikan siswa dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai.