MGMP Penjasorkes Subrayon 02 Gelar KKG Melalui Video Conference

MGMP Penjasorkes Subrayon 02 yang diketuai oleh Andhy Kristiawan sukses menyelenggarakan video conference mengenai Pengembangan Silabus Pembelajaran dan Penyusunan RPP PJJ. Kegiatan ini diselenggarakan melalui Microsoft Teams pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021. MGMP Penjasorkes Sub Rayon 02 memberanikan diri untuk menyelenggarakan kegiatan ini selang lima hari setelah pembukaan seluruh rangkaian kegiatan MGMP Penjasorkes Kabupaten Wonogiri. Narasumber dalam video conference ini adalah Marno selaku pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri dan Sapto Priyono selaku ketua MGMP Penjasorkes SMP Kabupaten Wonogiri. Video conference ini diikuti oleh guru Penjasorkes SMP Sub Rayon 02 dan bahkan dari Subrayon yang lain. Kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme guru Penjasorkes khususnya dalam mengembangkan silabus dan penyusunan RPP ini berjalan dengan lancar atas dukungan dari dari narasumber dan guru Penjasorkes subrayon 02.

Bertugas sebagai host dalam video converence ini adalah Andhy Kristiawan sedangkan David Anggar Kusuma sebagai moderator. Host memulai acara dengan memberikan salam kepada narasumber dan kepada semua peserta dengan hangat, membacakan susunan acara kegiatan, mengajak untuk mengucapkan syukur, dan membuka kegiatan dengan membaca Bismillahirrohmanirrohiiim bersama-sama. Moderator mulai mengambil alih acara dengan memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya (3 stanza). Kegiatan yang semula direncanakan dengan opening remarks oleh Sapto Priyono terjadi perubahan karena Marno selaku narasumber ada kepentingan yang mendadak dan meminta untuk memberikan materi pada awal acara.  Menurutnya pengembangan siilabus harus dilakukan. Penyusunan RPP harus sesuai dengan situasi dan kondisi tiap unit kerja maupun daerah masing-masing. Potensi setiap daerah berbeda-beda, tidak bisa disamakan, sehingga pembelajarannya juga berbeda antara unit kerja satu dengan yang lainnya. RPP harus memuat tujuan dan indikator yang jelas agar ketercapaian kompetensi dapat terukur dengan maksimal. Diakhir paparannya Beliau menghimbau kepada peserta untuk menjadi pionir dalam membuat perangkat pembelajaran khususnya di subrayon 02.

Materi kedua disampaikan oleh Sapto Priyono selaku ketua MGMP Penjasorkes SMP Kabupaten Wonogiri. Beliau menegaskan bahwa pengembangan silabus pada umumnya memuat 9 kolom dari KD sampai sumber belajar. Pamilihan kompetensi dasar tergantung dengan situasi, kondisi, dan potensi peserta didik tiap sekolah. Pada intinya kebijakan masing-masing guru. Dalam penyusunan RPP PJJ harus mencakup RPP itu sendiri, rangkuman materi pelajaran, lembar kerja peserta didik, dan penilaian. Penilaian meliputi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Beliau mengakhiri paparannya dengan mengajak untuk selalu berdiskusi bersama demi meningkatnya kualitas pendidikan di Wonogiri dan siap membantu apabila dibutuhkan.

Dalam sesi Tanya jawab Djoko Rijanto menanyakan mengapa RPP tidak boleh sama antara unit kerja satu dengan yang lainya, sedangkan soal PTS, PAS, maupun PAT mencakup materi yang sama sesuai apa yang di buku? Jadi secara tidak langsung hal ini menuntut kita untuk mengajarkan semua materi yang sama sehingga RPP pun sama. David juga menambahkan pertanyaan, apakah tidak lebih baiknya keseluruhan KD dalam satu tahun dibagi per semester 5 KD, tidak semua KD masuk dalam dua semester berturut-turut meski bobot materi pelajaran pada semester dua lebih spesifik daripada semester satu? Selain materi akan lebih terserap dengan baik oleh peserta didik, hal ini juga akan lebih memudahkan dalam membuat perencanaan dalam e-raport. Sapto Priyono memberikan jawaban secara jelas dan padat. Suyanto menambahkan bahwasannya mengapa suatu KD di semester satu masuk kembali di semester dua dengan materi yang lebih berat? Menurut Beliau, hal tersebut menjadi lebih efektif dalam meningkatkan prestasi peserta didik karena setiap semester ada materi dengan bobot berbeda. Namun Djoko Rijanto kurang sependapat, menurutnya untuk prestasi peserta didik harus dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sapto Priyono menegaskan hal ini menjadi masukan yang bagus untuk disampaikan kepada MKKS yang akan menentukan kebijakan.

Moderator menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber atas ilmu yang bermanfaat dan atas partisipasi semua peserta sehingga video conference ini menjadi lebih hidup terlebih ada diskusi-diskusi yang hangat. Sebelum ditutup dilakukan foto bersama dan acara diserahkan kembali kepada host. Host menutup acara dengan ucapan terimakasih, memotivasi peserta untuk lebih professional dalam bertugas dan diakhiri dengan do’a.