MGMP Matematika Kabupaten Wonogiri Gelar Kembali KKG Kupas Tuntas AKM

MGMP Matematika Kabupaten Wonogiri menggelar kembali KKG Kupas Tuntas dengan menghadirkan narasumber Dyah Sinto. Pada pukul 09.00 WIB Gurit Wahyu Pramono selaku host membuka kegiatan KKG vitual dan memberikan rambu-rambu jalannya video conference, selanjutnya kendali acara diserahkan kepada Suyatmi selaku moderator. Acara diawali dengan berdoa bersama dilanjutkan dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya 3 Stansa.

Dyah Sinto Rini, Guru SMP Negeri 18 Tangerang, selaku narasumber menjelaskan pengembangan soal AKM. Sebagai referensi belajar dalam pengembangan soal AKM bisa didapatkan dari soal-soal PISA, INAP dan AKSI (sebagai adopsi PASI versi nasional) maupun dari kegiatan simulasi yang diselenggarakan Kemdikbud, maupun kegiatan pembelajaran sehari-hari bersama murid.

Reading framework, definisi literasi membaca adalah kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Mathematics Framework, definisi numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Dalam pengembangan model soal-soal Asesmen Kompetensi Minimum perlu diperhatikan berdasar standard setting leveling. Untuk yang paling rendah yaitu perlu intervensi khusus (PIK), dasar, cakap dan yang paling baik atau standar tertinggi adalah mahir. Belajar dari PISA guru yang memanfaatkan TIK skor membaca peserta didik lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih menggunakan pembelajaran konvesional. Strategi pelibatan siswa dalam dalam pengajaran membaca mendapatkan skor yang lebih tinggi pula. Strategi yang dapat digunakan dalam melibatkan siswa antara lain: mengajak siswa berpendapat, membuat daftar tokoh, menceritakan kembali isi bacaan, mengaitkan isi bacaan dengan kejadian sekitar, membandingkan isi bacaan dengan bacaan lain, menentukan isi bacaan, serta memberikan pertanyaan pemantik. Strategi yang efektif berikutnya adalah berkonsentrasi pada isi bacaan, menandai dan atau merangkum dengan bahasa sendiri, dan memperkaya jenis bacaan baik jenis maupun sumber akan memberikan skor yang lebih tinggi. Lebih lanjut beliau menjelaskan jenis soal, bentuk soal, konteks numerasi, domain/konten numerasi dan level/proses kognitif numerasi, dan membimbing peserta dalam pengembangan model soal AKM.

Di penghujung video conference, Moh. Fatchurohman Al Fatah selaku Ketua MGMP Matematika SMP Kabupaten Wonogiri mengucapkan terimakasih kepada narasumber atas materi yang sudah disampaikan, serta memberikan tugas kepada peserta untuk membuat model soal asesmen kompetensi minimum untuk dipresentasikan pada pertemuan ketiga.