MGMP IPS Subrayon 03 Baturetno Tuntaskan KKG Paket 4

Setelah tertunda beberapa waktu karena berbagai kendala, Kegiatan Kolektif Guru Paket 4 Pertemuan ke-3 MGMP IPS Subrayon 03 Baturetno terselenggara pada Kamis, 2 September 2021. Sesuai dengan agenda yang telah disepakati sebelumnya, pertemuan kali ini masih melanjutkan tentang “Penilain Pembelajaran IPS”. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 40 orang, yang terdiri dari bapak ibu guru mata pelajaran IPS di Subrayon 03 Baturetno. Terjadi sedikit penurunan peserta pada KKG hari ini, karena banyaknya agenda yang bersamaan. Namun demikian hal ini tidak mengurangi semangat bapak ibu guru yang mengikuti kegiatan hari ini.

Pukul 08.30 WIB room meeting dibuka. Bertindak sebagai host, Indiyah Wulan Hidayati dari SMP Negeri 1 Baturetno. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB kegiatan dimulai.  Dipandu oleh moderator  Sri Mulyani dari SMP Negeri 1 Tirtomoyo. Kegiatan diawali dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembukaan (doa). Setelah laporan dari ketua MGMP Subrayon 03 Baturetno Nurkholis Sidiq kegiatan masuk ke acara inti yaitu penyampaian materi oleh Witono sebagi narasumber. Sebelum menguraikan materi ada tiga poin “obrolan” yang disampaikan oleh narasumber. Tiga poin teresbut adalah “Bagaimana menempatkan siswa dalam proses belajar?, “Apa yang diperoleh siswa dari belajar IPS?, “Bagaimana merancang pembelajaran yang berorientasi pada siswa?” Ketiga poin “obrolan” di atas sebagai pengantar agar bisa melakukan penilaian yang tepat untuk siswa.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, agar terjalin komunikasi dua arah. Banyak hal menarik yang disampaikan narasumber pada kegiatan ini, diantaranya tentang pembelajaran yang memerdekakan atau merdeka belajar. Pemikiran tentang pembelajaran yang memerdekakan atau merdeka belajar ini didasarkan pada filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantoro. Filosofi pendidikan Ki Hajar adalah student-centered atau berpusat pada siswa.  Istilah yang beliau pergunakan adalah “berhamba pada sang anak”. Metode pendidikan Ki Hajar Dewantoro dikenal dengan Sistem Among, tercermin dalam semboyan Tut Wuri Handayani, adalah metode yang berhamba pada sang anak. Tampak peserta begitu antusias menerima materi ini, sehingga disela-sela penyampaian materi telah muncul beberapa pertanyaan. Pertanyaan tersebut langsung ditanggapi oleh narasumber. Sehingga terjalin komunikasi yang efektif. Antusiasme peserta masih terasa sampai akhir sesi, ditandai dengan masih banyaknya pertanyaan yang muncul. Selain tanya jawab, ada sharing untuk berbagi pengalaman dari bapak ibu guru terkait dengan pembelajaran. Namun karena keterbatasan waktu, sekitar pukul 11.45 KKG paket 4 pertemuan ke-3 diakhiri.