MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri Kupas Instrumen Penilaian Pembelajaran

Musyawarah Guru  Mata Pelajaran  (MGMP) Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Kegiatan Kolektif Guru (KKG) Paket 3 dengan tema Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan dalam 3 pertemuan, yaitu In Service 1, On Service,dan In Service 2. Di pertemuan pertama In Service 1 (Sabtu, 28 Mei 2022) diikuti oleh 150 guru SMP dari sekolah negeri maupun swasta di kabupaten Wonogiri. Bertindak sebagai host dalam kegiatan ini, Bodro Nuryani guru IPA SMP Muhammadiyah Berwawasan Khusus Giriwoyo, sedangkan moderator oleh Fitria Etika Puri, guru IPA SMP Negeri 1 Baturetno. Host  membuka meeting room Microsoft Teams pada pukul 08.30 WIB.

Kegiatan ini diawali dengan laporan panitia sekaligus sambutan oleh Assani Nugroho selaku Ketua MGMP IPA Subrayon 03 Baturetno. Guru SMP Negeri 1 Giritontro ini mengucapkan terimakasih kepada narasumber, panitia penyelenggara kegiatan, dan kepada seluruh peserta  atas semangatnya dalam mengikuti kegiatan. Melalui sambutannya beliau meminta kepada narasumber untuk berbagi ilmu kepada peserta KKG, dan juga memohon arahan dan motivasi dari koordinator MGMP IPA SMP Subrayon 03 Baturetno agar semua peserta menjadi guru idaman.

Sambutan yang kedua  oleh Slamet Widodo selaku Koordinator MGMP IPA SMP Subrayon 03 Baturetno. Kepala SMP Negeri 1 Tirtomoyo ini menegaskan walaupun kegiatan ini masih dilaksanakan secara daring, tetap akan memberikan manfaat dan barokah apabila dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh. “Sebagai guru di era Milenial jangan menggunakan cara konvensional dan jangan berprinsip wis ngono wae dalam kegiatan belajar mengajar agar diperoleh hasil yang optimal, karena siswa sekarang berbeda dengan siswa pada jaman dahulu. Kegiatan ini harus disikapi dengan baik sehingga kita bisa melayani anak-anak didik kita sesuai dengan jamannya” tegas Slamet Widodo.

Menurut beliau ada 5 hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru: 1). Bawa rasa, harus ada komunikasi dua arah antara guru dengan peserta didik, sehingga unggah ungguh, sopan santun, dan rasa empati akan tetap terjaga. 2). Wani wanuh ing kawruh, mengenali bakat yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dalam kegiatan pembelajaran peserta didik bisa dipartisi sesuai dengan kebutuhannya. 3). Tut wuri mring handayani, pemanfaatan peralatan dengan teknologi yang canggih dengan cara bijak dan tidak boleh sembrono. 4). Sung tulodho, guru tidak sekedar memberika teori, akan lebih baik memberikan satu contoh daripada memberikan seribu perkataan. 5). Gegladen mrih bisa, walaupun sudah menjadi guru, harus selalu belajar agar tidak tertinggal dan terlindas oleh kemajuan jaman.

Sudirman Kepala SMP Negeri 1 Jatisrono sebagai narasumber mengawali kegiatan inti dengan memaparkan materi kompetensi literasi dan numerasi. Beliau menyampaikan paradigma baru dalam pembelajaran, perbedaan pembelajaran berbasis kompetensi dengan pembelajaran berbasis konten, dan perubahan mindset dalam melakukan assesmen. Kemudian beliau secara rinci memaparkan materi penilaian pembelajaran berbasis literasi, kompetensi literasi numerasi dan memberikan contoh soal yang berbasis literasi. Kegiatan inti diakhiri dengan sesi tanya jawab, kemudian closing statment oleh narasumber “Apapun capain yg sudah kita peroleh, jabatan apapun yang kita peroleh, tetaplah menjadi diri kita sendiri”.

Di penghujung kegiatan Fitria Etika Puri selaku moderator memberikan informasi tugas yang harus dikerjakan oleh semua peserta kegiatan, dan menyampaikan rencana kegiatan MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri yang akan diselenggarakan di pertemuan berikutnya. Kegiatan ditutup pukul 11.30 WIB, diakhiri dengan lagu Bagimu Negeri.