MGMP Bahasa Inggris Subrayon 05 Purwantoro Gelar KKG Penggunaan Ice Cream Screen Recorder

MGMP Bahasa Inggris Subrayon 05 Purwantoro mengadakan KKG pada Selasa, 16 Maret 2021. KKG bertema “Making Simple Learning Video Using Ice Cream Screen Recorder“ dilaksanakan online melibatkan seluruh anggota MGMP tersebar dalam lima wilayah subrayon. Kegiatan ini dikemas selama 3 kali pertemuan tanggal 16, 23, dan 30 Maret 2021. Kegiatan virtual ini menggunakan Microsoft Teams dengan moderator Andriyardi, host Rumono, dan narasumber Totok Aris P E. Kegiatan dihadiri Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Haryanto, dan koordinator MGMP Bahasa Inggris Subrayon 05, Retno Hartini. Peserta kegiatan kurang lebih 168 anggota MGMP mengikuti vicon.

Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Haryanto, mengapresiasi KKG MGMP Bahasa Inggris yang bertujuan mengembangkan kompetensi guru meskipun selama situasi PJJ. Selain itu, beliau menegaskan PJJ tetap dilaksanakan karena mempertimbangkan faktor kesehatan dan keselamatan pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Kebijakan selama Pandemi covid19 turut beliau tambahkan dalam penjelasan. Beliau berharap kegiatan KKG dapat berkelanjutan dan meningkatan kompetensi pendidik dalam pengembangan media pembelajaran berbasis IT. Retno Hartini selaku koordinator MGMP Bahasa Inggris Subrayon 05 menyampaikan KKG perlu dilaksanakan agar kompetensi guru dalam pengembangan media pembelajaran dapat meningkat. Dengan bervariasinya penggunaan media membuat peserta didik tidak bosan selama mengikuti PJJ.

Pada KKG ini di bahas tentang pembuatan video pembelajaran sederhana dengan aplikasi Ice Cream Recorder. Aplikasi ini menjadi salah satu alternatif media berbasis video yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring. Totok Aris Pujo E sebagai narasumber menjelaskan berbagai manfaat dan keunggulan ice cream recorder dibandingkan aplikasi perekaman video lainnya. Narasumber juga menjelaskan fitur-fitur yang terdapat dalam ice cream video recorder. Salah satu keunggulan aplikasi ini, guru dapat memberikan tulisan atau coretan dalam video yang dibuat. Pembuatan video ini sangat sederhana dan mudah diaplikasikan. Beliau menjelaskan tahap mulai dari pengunduhan, install aplikasi, sampai dengan perekaman, dan pembuatan video dengan fitur menariknya. Aplikasi yang diberikan bukan trial tetapi sudah versi pro. Tentu saja dengan versi pro banyak tambahan fitur didalamnya termasuk lamanya video bisa diatur. Guru dapat mengisi suara sendiri dalam pembuatan video dengan offline. Setelah video dibuat bisa diedit kembali untuk mengurangi gambar yang kurang bagus.

Video pembelajaran yang menarik tentunya membuat peserta didik  termotivasi untuk belajar meski dengan sistem daring. Pada akhir kegiatan beliau mengharapkan dengan pemanfaatan media ice cream recorder ini kualitas proses pembelajaran meningkat sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat  tercapai.