MGMP Bahasa Inggris Subrayon 01 Kupas Materi Guru Penggerak

MGMP Bahasa Inggris Subrayon 01 dan Subrayon 02 berkolaborasi menyajikan KKG paket 2 dengan memotivasi semua anggota untuk memahami serba-serbi Guru Penggerak. Peserta diharapkan tidak hanya terbuka wawasannya tetapi juga termotivasi untuk maju langsung mengikuti seleksi Calon Guru Penggerak. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 80 peserta dari kedua wilayah. Kegiatan diadakan di Subrayon 01 pada Selasa, 28 Februari 2023 yang bertempat di SMP Negeri 6 Wonogiri dan dibuka secara resmi oleh Suparno, Kepala SMP Negeri 6 Wonogiri. Bertindak sebagai narasumber adalah Titien Yuliantini guru pengajar praktik yang sekaligus sebagai pendamping guru penggerak.

Narasumber memaparkan secara rinci alur mengikuti seleksi calon guru penggerak dan menjadi pengajar praktik. Proses menjadi calon guru penggerak adalah 13 bulan sedangkan menjadi pengajar praktik harus mengikuti proses selama 15 hari. Seorang CGP setelah lolos menjadi guru penggerak baru bisa mengikuti seleksi untuk bisa menjadi PP (Pengajar Praktik). Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan berkiprah sebagai guru penggerak. Diantaranya adalah mengembangkan kompetensi dalam lokakarya bersama, meningkatkan kompetensi sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid, mendapatkan komunitas belajar baru, mendapatkan sertifikat pendidikan 306 JP dan piagam guru penggerak, serta diberi kesempatan untuk meningkatkan jenjang karier sebagai kepala sekolah.

Menjadi seorang pengajar praktik juga tidak kalah menarik dan menantangnya. Pengajar praktik merupakan pendamping guru penggerak. Tugas pengajar praktik adalah mendampingi guru penggerak sebagai teman belajar di wilayah masing-masing, sebagai fasilitator lokakarya yang melibatkan para guru penggerak, sekaligus juga mengevaluasi, menilai, dan memberikan umpan balik kepada para guru penggerak.

Di akhir kegiatan, Ketua Subrayon 01 Sri Nurhasanti memberi penguatan dan imbauan kepada semua peserta untuk tidak ragu-ragu dalam mengikuti seleksi calon guru penggerak maupun pengajar praktik. Banyak hal positif yang dapat diperoleh dengan catatan manajemen waktu harus dikelola dengan maksimal agar pelayanan terhadap murid tidak terabaikan meskipun berkiprah sebagai guru penggerak maupun pengajar praktik.