MGMP Bahasa Indonesia Pelopori Diklat Fungsional

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten  Wonogiri menyelenggarakan kegiatan In Service satu Diklat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Membaca secara virtual dengan aplikasi Microsoft Teams (Kamis, 4 Februari 2021). Kegiatan In Service satu Diklat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Membaca diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten  Wonogiri dikuti 234 guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Wonogiri yang terdiri atas 208 guru PNS dan 26 GTT. Saryanto, S.Pd selaku host mengawali  acara dengan menyapa para peserta yang masuk pada meeting room, kemudian acara dipandu Rina Istiqomah Kustanti, M.Pd sebagai moderator.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Wonogiri, Sriyono, M.Pd menyampaikan  laporan kegiatan In Service 1 Diklat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Membaca dengan menjelaskan latar belakang kegiatan. Kegiatan Diklat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Membaca dengan pola 32 jam dengan kegiatan In Service dan On Service. Kegiatan In Service 1 dilaksanakan pada 4 Februari 2021, kegiatan On Service 1 tanggal 5-10 Februari 2021, kegiatan In Service  2 tanggal 11 Februari 2021, dan kegiatan On Service 2 tanggal 12-17 Februari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Dr. Dra. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd. membuka kegiatan dengan berharap agar selalu ada perubahan mutu pendidikan di Kabupaten Wonogiri. Beliau menyampaikan apresiasi luar biasa kepada MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Wonogiri yang telah menjadi pelopor dalam melaksanakan kegiatan diklat fungsional. Kadinas mengapresiasi antusiasme guru Bahasa Indonesia yang dengan penuh semangat mengikuti diklat sebagai bentuk peningkatan kompetensi. “Bila ada peserta didik berprestasi, maka hal itu tidak lepas dari peran serta dan kontribusi guru yang telah membimbing, mendidik dengan baik tanpa mengenal lelah sebagai sumber belajar,” tuturnya.

Narasumber pertama Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Gino, S.Pd., S.IP., M.Pd memaparkan kebijakan Asesmen Nasional sebagai program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemendikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Asesmen Nasional terdiri atas Asesmen Kompetensi Minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. “Asesmen Nasional merupakan bagian dari evaluasi pendidikan bukan untuk melakukan pemeringkatan,” jelasnya.

Narasumber kedua Koordinator Pengawas SMP, Wakimin, S.Pd., M.Pd menyampaikan materi Mengenal Asesmen Kompetensi Literasi Membaca. Literasi membaca merupakan kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah  dan mengembangkan kapasitas individu agar dapat berkontribusi  secara produktif di masyarakat. “Komponen AKM literasi membaca yakni berupa teks informasi dan teks fiksi, proses kognitif yang terdiri atas menemukan informasi, interpretasi, dan integrasi, serta evaluasi dan refleksi,” paparnya.

Narasumber ketiga Koordinator MGMP Bahasa Indonesia, Drs. Purwanto, M.Pd menyampaikan materi Menganalisis Tahap Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca. “Level 4 Pembelajaran pada teks informasi  untuk kelas 7 dan 8 terdiri atas menemukan informasi, memahami, mengevaluasi, dan merefleksi teks dengan menilai kualitas dan kuantitas pada teks informasi tunggal maupun jamak,” jelasnya. Bentuk soal AKM Literasi Membaca kelas 7 dan 8 terdiri atas pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian.