MGBK Subrayon 04 Jatisrono Gelar Webinar KKG BK Bertema Layanan BK Dalam PJJ

Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Subrayon 04 Jatisrono melaksanakan Kegiatan Kolektif Guru (KKG) Bimbingan Konseling Paket 1 secara daring menggunakan Google Meet pada Selasa, 9 Februari 2021. KKG paket 1 dengan topik “Layanan BK dalam PJJ” terdiri dari 3 pertemuan dan 3 sub materi. Di pertemuan pertama ini membahas mengenai layanan dasar dalam PJJ. Tujuan penetapan tema ini adalah untuk memfasilitasi guru BK dalam berbagi teknik pemberian layanan dasar kepada peserta didik dan problem solving atas kendala yang dihadapi selama memberikan layanan jarak jauh.


Pada kegiatan tersebut berperan sebagai narasumber Rosita Dian Wardhany (Ketua II MGBK SR 04 / Guru inti PKP BK SMP) dan Titik Rahayu M. (Pengurus MGBK SR 04/ INAS K13). Sasaran peserta kegiatan webinar adalah sebanyak 37 guru BK di Subrayon 04 Jatisrono dengan durasi kegiatan 3 jam dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan moderator Nuriah Halleyda.

KKG paket 1 diselenggarakan dengan memanfaatkan aplikasi Google Meet dengan pertimbangan semua peserta webinar dapat mengakses handphone maupun perangkat komputer/ laptop. Dari daftar hadir peserta, sebanyak 29 guru dapat aktif mengikuti kegiatan dari awal sampai dengan akhir. Sedangkan selebihnya terkendala teknis seperti sinyal yang tidak stabil maupun karena sedang menjalankan tugas lainnya.

Pemaparan materi dari narasumber pertama yaitu Rosita Dian Wardhany, tentang tujuan dan target KKG Paket I yakni meningkatkan kompetensi guru BK dalam melaksanakan layanan BK dalam PJJ. Materi selanjutnya mengenai teknis pelaksanaan layanan dasar BK dalam PJJ disampaikan oleh Titik Rahayu M.
Sesi tanya jawab dan sharing mengenai kendala yang dihadapi guru BK dalam memberikan layanan dasar dalam PJJ menjadi kegiatan penutup. Hasil akhir dari KKG Paket I nantinya seluruh guru BK memiliki administrasi mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan pelaksanaan layanan dasar di masa pandemi. Melalui kegiatan ini diharapkan guru BK mampu meningkatkan kompetensinya dan tetap aktif dalam kegiatan kolektif guru (KKG).