MGBK Subrayon 01 Kupas Tuntas Standarisasi Pelaksanaan BK dan IKPD

MGBK Subrayon 01 bersama MGBK Subrayon 02, 03, dan 05 menyelenggarakan KKG MGBK pertemuan kedua paket 1 pada Selasa (2 Maret 2021). KKG ini dilaksanakan menggunakan Microsoft Teams secara daring dengan moderator Bambang WSNKH dan host Herma Rusdianawati. KKG daring berjalan baik dan lancar sesuai dengan perencanaan. KKG ini diikuti sekitar 54 peserta yang semuanya merupakan guru BK dari subrayon 01, 02, 03, dan 05.

KKG ini diawali dengan sambutan Ketua MGBK Rayon, Sumarno, dengan menyampaikan susunan pengurus MGBK terpilih, untuk masa bakti 2021-2024. Selain itu beliau juga mengingatkan kembali tugas sebagai guru BK yang ditekankan pada saat workshop PPA. Sambutan kedua oleh Ketua MGBK Subrayon 01, Winoto, yang mengajak semua peserta untuk senantiasa aktif dalam mengikuti KKG yang akan membawa manfaat bagi kelancaran tugas-tugas kita sebagai guru BK.

Narasumber pertama, Hardiyo, menyampaikan hal-hal terkait dengan Identifikasi Kebutuhan Peserta Didik (IKPD). Menurutnya ini merupakan hal pokok atau fundamental dalam rangka keseluruhan program Bimbingan Konseling di sekolah. Hal ini dikarekan IKPD akan memberikan arah program BK tersebut akan berhasil atau tidak, kualitasnya sangat ditentukan oleh IKPD itu representatif atau tidak terhadap kebutuhan peserta didik secara keseluruhan. Pada sisi lain beliau menyampaikan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru bimbingan konseling dalam melakukan IKPD sehingga IKPD tersebut benar-benar mampu mewakili kebutuhan peserta didik secara keseluruhan.

Narasumber kedua, Ninuk Dwi Sutartini, Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan hal-hal yang terkait dengan Standarisasi Pelaksanaan BK di Sekolah. Narasumber mendasarkan materi pada regulasi Permendiknas No. 27 Tahun 2008, PP 19 tahun 2005, dan Permendikbud No. 111 Tahun 2014. Ditekankan oleh beliau, ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru BK, yaitu kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Keempatnya harus dikuasai oleh seorang guru bimbingan konseling secara proporsional. Pada sisi lain juga disampaikan tentang administrasi BK berdasarkan pelaksanaan BK Komprehensif yang terdiri atas bidang bimbingan pribadi, sosial, bidang bimbingan belajar, dan karir.

Pada sesi tanya jawab diisi oleh Nuri Budayanti yang memanyakan terkait pelaksanaan BK di sekolah khususnya jam masuk kelas. Hal ini dijelaskan secara tuntas oleh narasumber Ninuk  Dwi Sutartini berdasarkan Permendikbud No. 111 Tahun 2014 yang intinya bahwa BK efektif masuk dalam layanan jam pembelajaran masuk kelas 2 jam pelajaran. Bila hal ini tidak terlaksana maka guru BK harus bisa menyesuaikan program-programnya. Akhirnya KKG MGBK Subrayon 01 ditutup oleh pembawa acara pada pukul 11.50 WIB. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini akan dilaksanakan KKG pada pertemuan berikutnya.