MGBK Gelar Workshop Pencegahan dan Perlindungan Dini Kekerasan  Terhadap Perempuan dan Anak

Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Wonogiri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri menggelar workshop dengan tema “Pencegahan dan Perlindungan Dini Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Kegiatan dilaksanakan secara virtual pada hari Selasa, 23 februari 2021 mulai dari pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB. Sebanyak 250 peserta worksho  terdiri atas lima pengawas TK dan SD, dua pengawas SMP, 25 Kepala TK/SD, enam Kepala SMP, empat Imapres, 130 guru BK SMP, 78 wakasek kesiswaan. Kegiatan ini juga disaksikan oleh lebih dari . 8800 viewer melalui youtube channel P&K Wonogiri Official.

Pertemuan diawali dengan materi yang disampaikan oleh kepala Dinas P dan K Yuli Bangun Nursanti. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tujuan workshop ini di selenggarakan antara lain Pertama, untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dalam mensikapi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kedua, melakukan kolaborasi dari berbagai pihak dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilingkup Kabupaten Wonogiri. Ketiga, mengambil langkah bersama secara efektif dalam upaya pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak pada di wilayah kabupaten Wonogiri.

Acara berikutnya dipandu oleh Choirul Fadhi PP sebagai moderator. Materi pertama disampaikan oleh Narasumber ahli Dinas PPKB dan P3A, Suprapti Bayu Basuki. Dalam pemaparannya disampaikan perlindungan anak menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama. Pertama, Anak itu sendiri wajib untuk dapat melindungi dan berdaya menjaga dirinya sendiri. Kedua, orang tua atau keluarga merupakan bagian terkecil dan terdekat dengan anak. Ketiga, lembaga pengasuhan alternatif seperti sekolah. Keempat, masyarakat dan lingkungan tempat tinggal anak. Kelima, perlindungan dan peraturan hak anak berupa konvensi hak anak dan undang-undang perlindungan anak. Kekerasan anak dan perempuan sepeti fenomena gunung es. Dalam gambarannya kasus kekerasasn pada anak di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2020 ada 14 kasus, kasus tertinggi adalah kekerasan seksual yakni 64,4%.

Materi kedua disampaikan oleh Kanit PPA Polres Wonogiri Ipda Ririn Indrawati. Narasumber mengulas 2 undang undang yaitu UURI Nomor 23 tahun 2004 tentang Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PDKRT). Dan UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Materi ketiga dipaparkan oleh Wisnu Yoga Pradana, Imapres Fakultas Psikologi UGM. Dari tinjauan psikologis, anak yang mengalami kekerasan dalam hidupnya akan melakukan isolasi diri, menarik dan menutup diri memiliki perasaan tidak berdaya, menyalahkan diri sendiri dan hilangnya harga diri. Pertolongan pertama yang dilakukan kepada korban kekerasan pada anak dapat dilakukan oleh orang terdekat seperti orang tua atau guru. Menjadi pendengar yang baik bagi korban dan dapat mempelajari perubahan yang dialami sehingga dapat memberikan treatmen yang lebih tepat.