Mantapkan Pemahaman E-Rapor, SDN 2 Jatiroto Gelar IHT

Upaya memantapkan pemahaman guru tentang penggunaan e-rapor di sekolah, SD Negeri 2 Jatiroto menggelar In House Training (IHT) pada Rabu, 24 Maret 2021. Kegiatan yang digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Pengembang Konten Pendidikan dan Pembelajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 09.00-13.30 WIB ini diikuti oleh kepala sekolah dan semua guru di SD Negeri 2 Jatiroto.

IHT ini diawali dengan pembukaan dilanjutkan sambutan dari Kepala SD Negeri 2 Jatiroto, Narto. Dalam sambutannya, Narto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar semua guru di SD Negeri 2 Jatiroto lebih memahami penggunaan e-rapor dalam rangka menyambut era digitalisasi pendidikan. “Dalam era digitalisasi pendidikan seperti sekarang ini, kita harus siap dengan segala perubahan. Dulu, rapor cukup ditulis oleh guru, sekarang rapor sudah berkembang dengan adanya e-rapor. Untuk itulah kita mengadakan kegiatan IHT ini”, tegas Narto dalam sambutannya.

Setelah sambutan dari Kepala SD Negeri 2 Jatiroto, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Joko Susilo. Joko memberikan materi dengan baik, dimulai dari latar belakang mengapa harus menggunakan e-rapor. “Aplikasi e-rapor terintegrasi dengan aplikasi dapodik yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tahapan log-in dalam e-rapor terbagi atas tiga akun yaitu log-in sebagai operator, log-in sebagai guru, dan log-in sebagai wali kelas. Penggunaan e-rapor di Kabupaten Wonogiri merupakan langkah maju dalam menyambut era digitalisasi pendidikan, kata Joko mengawali paparannya.

Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa penggunaan e-rapor dapat dikerjakan semi online. Guru dapat mengerjakan tugas awalnya bersama operator sekolah untuk mengenal pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, serta membuat perencanaan penilaian pada aspek pengetahuan, sikap, spiritual, maupun sosial. Dalam paparannya, Joko menyampaikan materi dengan sangat jelas diikuti dengan praktik dari peserta IHT. Kegiatan ini mampu menarik motivasi peserta, terbukti dari kegiatan praktik langsung yang dilaksanakan peserta dan munculnya beberapa pertanyaan yang mampu dijawab dengan jelas oleh narasumber.