Manfaatkan Barang Bekas, KKG Gugus Prambanan Kembangkan Media

Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Prambanan Nguntoronadi sukses menyelenggarakan agenda rutin Kegiatan Kolektif Guru (KKG) pada Kamis, 31 Maret 2022 mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai bertempat di SDN 2 Bumiharjo, Nguntoronadi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota KKG Gugus Prambanan yang berjumlah sekitar 45 anggota dan dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan Ketua Gugus Prambanan, Misno. Dalam sambutannya, beliau sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kedatangan semua anggota KKG yang hadir pada hari ini. Program ke depan untuk menyambut Hardiknas akan diadakan kegiatan lomba olahraga. Sambutan selanjutnya dari Ketua KKG Gugus Prambanan, Marjono, beliau menyampaikan bahwa KKG ini agar digunakan sebagai ajang mencari ilmu dan juga berbagi ilmu. Maka dari itu diharapkan semua anggota KKG untuk hadir dalam setiap kegiatan.

Kegiatan Kelompok Kerja Guru kali ini membahas tema “Pengembangan Media Pembelajaran dengan Memanfaatkan Barang Bekas” dengan narasumber Ninik Rindawati, guru SDN Plosorejo. Beliau menyampaikan bahwa media belajar adalah alat bantu ajar yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Selain sebagai alat bantu ajar, media belajar juga dapat memicu semangat dan motivasi belajar siswa serta membuat agar pembelajaran berjalan aktif dan interaktif. Media ajar dari barang bekas ini mengacu pada DIY (Do It Yourself). DIY adalah metode membangun, memodifikasi, atau memperbaiki sesuatu tanpa bantuan seorang ahli atau profesional. Manfaat dari DIY adalah mengasah kreativitas, menambah wawasan, unik, prestise, dan recycle sehingga sangatlah cocok apabila diaplikasikan untuk peserta didik sekolah dasar dalam proses pembelajaran.

Narasumber dan peserta mencoba mempraktikkan secara berkelompok bagaimana cara membuat media belajar menggunakan bahan bekas. Bahan yang perlu disiapkan untuk membuat media belajar yaitu botol bekas, kertas, lem, gunting, dan spidol. Pada saat mempraktikkan membuat media belajar, setiap kelompok terlihat sangat antusias dan serius mengikuti praktik hingga akhirnya terciptalah media belajar “Menjodohkan”. Media belajar “Menjodohkan” ini dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran seperti pada mata pelajaran Matematika kelas bawah di mana untuk menjodohkan antara soal dan jawaban perhitungan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian), mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu untuk menjodohkan negara dengan ibu kotanya secara benar, dan mata pelajaran Bahasa Jawa yaitu untuk menjodohkan tokoh pewayangan serta masih banyak lagi bergantung dari kreativitas guru. Dengan adanya media belajar tersebut, semoga nantinya dapat membantu peserta didik dalam memahami materi dengan lebih mudah, aktif, dan memotivasi. Setelah pembuatan media belajar selesai kegiatan KKG ditutup dengan bacaan hamdallah dan doa.