LACIKU, Cara Dongkrak Kemampuan Bercerita Siswa SD Negeri 2 Sonoharjo

SD Negeri 2 Sonoharjo menyelenggarakan kegiatan inovasi literasi yang dikemas dengan nama LACIKU (Literasi Cerita pagiku). Kegiatan ini diselenggarakan selama empat bulan dari bulan Agustus sampai November 2022. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa ini diprakarsai oleh Vina Setyawinata, guru kelas 4 dan didukung oleh Widodo, Kepala SD Negeri 2 Sonoharjo. Sebagian besar proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Budaya literasi yang tertanam pada generasi muda mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam jenjang pendidikan maupun dalam bermasyarakat. Pemerintah melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 telah menyadari pentingnya penumbuhan karakter peserta didik melalui kebijakan membaca selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai.Saat ini penerapan gerakan literasi tersebut akan kembali dipertegas melalui kurikulum merdeka 2022. Berdasarkan hal tersebut, terbentuklah sebuah program inovasi literasi yaitu LACIKU.

”Program LACIKU adalah program Pembiasaan literasi pagi ini yang  dilakukan setiap 15 menit sebelum pelajaran pertama dimulai, bagi kelas I hingga kelas III guru diharapkan berperan aktif untuk mengajari peserta didik membaca, menulis, bercerita, merangkai kata, dan lain-lain yang dipandang mengasyikan. Sedangkan untuk kelas IV hingga kelas VI diharapkan guru sebagai fasilitator sehingga jalannya pembiasaan literasi pagi peserta didik menjadi aktif sehingga waktu yang diberikan untuk pembiasaan literasi berjalan efektif,“ ujar inovator program LACIKU, Vina Setyawinata. “Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik, menumbuhkan minat membaca dan menulis peserta didik serta memberi kesempatan peserta didik untuk berkreasi dalam bentuk kegiatan literasi. Sedangkan, manfaat dari kegiatan ini antara lain untuk menimbulkan minat baca siswa, mengisi waktu siswa dengan kegiatan positif, dan menumbuhkan kesadaaran siswa terhadap pentingnya Literasi,” tambah Vina.

“Sementara itu, manfaat yang diperoleh siswa adalah menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat luas, membantu meningkatkan kualitas penggunaan waktu siswa sehingga lebih bermanfaat. membantu meningkatkan pengetahuan siswa dengan cara membaca berbagai informasi bermanfaat. membantu meningkatkan tingkat pemahaman siswa dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca, meningkatkan kemampuan siswa dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu karya tulis, membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti yang baik di dalam diri seseorang, dan meningkatkan nilai kepribadian siswa melalui kegiatan membaca dan menulis,” pungkasnya.