KKKS Kec. Wonogiri Lakukan Studi Tiru ke Sekolah Penggerak di Solo 

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Wonogiri mengadakan studi tiru ke Sekolah Penggerak Berkemajuan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta pada Selasa (07/03/2023). Kunjungan dalam rangka Studi Tiru ini diikuti oleh 56 peserta yang terdiri dari 52 Kepala SD/MI se-Kecamatan Wonogiri dan 4 Pengawas Sekolah Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Wonogiri.  

Studi tiru merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Pamuji, selaku Korwilcam Bidang Pendidikan Wonogiri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk ngangsu kawruh dan menggali sebanyak mungkin informasi tentang keberhasilan Sekolah Penggerak angkatan 1 tahun 2021, yakni SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Harapannya, melalui studi tiru tersebut dapat meningkatkan kapasitas kepala sekolah dengan melihat secara langsung implementasi kurikulum dari berbagai aspek yaitu manajerial, pembelajaran, strategi, evaluasi serta pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kepala sekolah dapat memperoleh berbagai informasi terkait implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, digitalisasi sekolah serta berbagai macam praktik baik dalam memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas yang berpihak pada murid.  

 

Dalam paparannya, Sri Sayekti selaku Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menegaskan bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran harus mampu menghadirkan kegiatan pembelajaran yang berkualitas. Kepala sekolah harus memastikan sekolah mendukung fleksibel dan esensial, melakukan refleksi, tindak lanjut hasil refleksi, memantau ketercapaian RTL, meningkatkan kapasitas guru, memfasilitasi program peningkatan iklim keamanan sekolah, program membangun karakter, dan pelibatan komunitas praktisi atau komunitas belajar. 

Lebih lanjut, Sri Sayekti menandaskan bahwa pentingnya pelibatan seluruh warga sekolah untuk memahami dan menelaah Rapor Pendidikan, mengnalisis Profil Pendidikan (identifikasi), menganalisis akar masalah (refleksi), merumuskan Program dan Kegiatan (benahi), memasukkan hasil rumusan dalam dokumen perencanaan dan anggaran, melaksanakan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Penerapan profil pelajar Pancasila di sekolah dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Terkait digitalisasi sekolah, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mengoptimalkan berbagai macam platform seperti: SIPlah, ARKAS, Dapodik, PMM, dan lain sebagainya. Untuk mendukung kegiatan pembelajaran maupun untuk kepentingan supervisi akademik, baik kepala sekolah, guru maupun siswa memanfaatkan akun belajar.id dan berbagai fitur Google Workspace for Education secara optimal.  

Pada akhir sesi, semua kepala sekolah melakukan pengamatan dan wawancara untuk mengeksplorasi berbagai sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, seperti: ruang kelas, ruang perpustakaan, unit usaha BUMS, kantin sekolah, dan lain sebagainya.  Sementara itu, Waka Bidang Kurikulum SD Muhammadiyah 1 ketelan, Imam Priyanto menyampaikan bahwa digitalisasi juga dilakukan dengan penggunaan M1 Smart Card sebagai pengganti uang anak-anak sebagai alat transaksi di semua unit usaha BUMS, yaitu toko sekolah, telepon umum, foto copy, kantin sehat sekolah. M1smart card inovasi e-money tersebut juga terintegrasi kartu kunjungan perpustakaan, UKS, e-infaq, BUM’s, dan kartu absensi. 

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Dwi Jatmiko, menjelaskan bahwa pemanfaatan M1 Smart Card di Kantin Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta sebagai Excellent Service di sekolah mendapatkan penghargaan terbaik pertama nasional tahun 2022 untuk kategori sentra pangan jajanan/kantin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (th).