KKKS dan KKG Kismantoro Buka Kegiatan Kolektif Guru Tahun 2021

Kegiatan pembuka program Kegiatan Kolektif Guru tahun 2021 di Kecamatan Kismantoro, dilaksanakan pada Selasa, 9 Februari 2021. Kegiatan ini diikuti oleh KKKS, KKG Gugus Abhinaya, dan KKG Gugus Jenderal Sudirman yang melibatkan 122 peserta. Vicon yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB tersebut berupaya untuk mendiseminasikan program kerja KKG dan KKKS Kismantoro dalam upaya menangkap, menginterpretasi, dan mengimplementasikan dinamika perkembangan kebijakan dunia pendidikan di Indonesia, terutama menyamakan konsep pemahaman tentang pengembangan keprofesian guru dan kepala sekolah.

Acara diawali dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya dalam 3 Stanza, dilanjutkan paparan Susilo Purwanto, Ketua KKKS Kismantoro. Beliau menjabarkan kegiatan Kelompok Kerja Guru di Kecamatan Kismantoro yang terbagi dalam 5 paket dengan tiap-tiap paket  berisi beberapa pertemuan kegiatan. Ketua KKG Guru Kelas dari Gugus Abhinaya, Wiyadi, mengemukakan perlunya pemahaman guru terhadap paket program KKG untuk membantu mengembangan kemampuan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Demikian juga dengan keaktifan guru dalam KKG adalah bentuk semangat guru untuk senantiasa mengembangkan diri.

Sarmun, Ketua KKG Guru Agama Islam, lebih menyoroti pola kegiatan KKG PAI sekaligus menjadikan sebagai sarana untuk mengamalkan pahala dunia. Seperti silaturahmi KKG yang dilakukan secara bergiliran, sodakoh untuk kegiatan tertentu, pengamalan kajian agama secara bersama, dan saling berbagi. Beliau juga menekankan bahwa KKG PAI bukan hanya sekadar mengembangkan keprofesionalan guru tetapi juga melatih guru itu sendiri untuk lebih meyakini kekuasaan-Nya. Sementara itu Korwilbidik Kecamatan Kismantoro, Sutrisno, dalam paparannya menandaskan bahwa  program kegiatan ini akan kehilangan makna jika tidak ada kenaikan indeks prestasi guru di Kismantoro. Oleh karena itu, pantauan terhadap pelaksanaan program ini akan senantiasa dilaksanakan untuk memastikan bahwa program berjalan sebagaimana rencana.

Pengalaman selama ini masih ada guru yang memanfaatkan masa pandemi dengan kegiatan yang tidak mendukung peningkatan profesionalisme. Presensi Hadirku misalnya, ada guru yang kurang cermat dalam memanajemen kegiatan sehingga masih ada beberapa guru yang harus terjebak dalam hukuman disiplin. Demikian pula berbagai kasus indisipliner dalam skala kecil yang muncul di Kismantoro harus tertangani dengan jeli agar tidak menjalar dan membesar. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.15 WIB dengan satu catatan kelemahan yaitu masih rendahnya respons peserta melibatkan diri dalam kegiatan tanya jawab.