KKKS dan FKKG Kismantoro Gelar Sosialisasi e-Rapor

Kegiatan Kolektif Guru Kecamatan Kismantoro dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Februari 2021 Melalui vicon yang diikuti oleh lima kelompok yaitu KKKS Kismantoro, KKG Gugus Abhinaya, KKG Gugus Jenderal Soedirman, KKG Guru Mapel Penjas, dan KKG Guru Mapel PAI. Acara vicon dibuka pada pukul 09.45 oleh Doni Dwi Kusuma, guru Mapel PJOK di SD Negeri 2 Pucung dengan jumlah peserta yang telah hadir 123 orang.

Kegiatan diawali dengan mendengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Kismantoro, Sutrisno. Sutrisno, mengatakan bahwa setiap guru wajib dan harus mampu menguasai teknologi pendidikan seperti halnya digitalisasi rapor yang biasa disebut e-Rapor. Guru sebagai clien , dan operator sekolah sebagai server(admin) dalam e-Rapor harus in in, memecahkan masalah bersama, dan bertanggung jawab dalam penyelesaian masalah e-Rapor di sekolah masing-masing. Sutrisno juga mengingatkan perlunya guru untuk senantiasa mematuhi berbagai kebijakan di lapangan dan selalu meningkatkan kemampuan diri di bidang IT, tetapi tidak menggunakan keahlian tersebut untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma dan peraturan. Salah satu contoh, guru tidak boleh melakukan spammer atau  cyber crime misalnya terhadap absensi kehadiran Hadirku. Perbuatan ini akan dikenakan sanksi tegas baik kedinasan maupun perundangan.

Kegiatan diseminasi e-Rapor dipandu oleh moderator Lasna Iwan Sunaryo, guru SD Negeri 1 Lemahbang. Penyaji yang tampil pertama adalah Dwi Priyambodo, Guru SD Negeri 1 Miri, sedangkan penampil dan penyaji kedua adalah Didik Suryono, Guru SD Negeri 2 Kismantoro. Kedua penyaji sebelumnya telah mengikuti Diklat e-Rapor yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri pada tanggal 8-9 Februari 2021.

Penyaji pertama selama 45 menit, dalam uraiannya menekankan kembali perlunya pemahaman secara menyeluruh terhadap berbagai fitur yang dimiliki e-Rapor. Penyaji yang memang membidik khusus untuk operator sekolah ini mengharuskan operator sekolah yang berperan sebagai server atau admin harus memahami sedetail mungkin tata kelola e-Rapor agar nantinya jika telah terkoneksi dengan guru, maka proses akan berjalan dengan sempurna. Operator dituntut siaga titik-titik baku operasional e-Rapor termasuk di dalamnya melakukan pencadangan data dan pencadangan admin agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penggunaan aplikasi e-Rapor.

Penyaji kedua, Didik Suryono secara khusus memaparkan materi untuk guru ( clien ) dalam aplikasi e-Rapor ini. Sasaran selanjutnya adalah wali kelas yang juga harus memahami betul proses penggunaan aplikasi. Meskipun dalam status guru di SD tidak dikenal istilah wali kelas, namun menganologikan wali kelas di SMP, maka guru kelas SD adalah juga wali kelas dalam kelas yang diampunya. Beberapa keharusan diwajibkan bagi seorang guru kelas untuk dapat terintegrasi dalam aplikasi e-Rapor serta memanfaatkan aplikasi untuk menjamin bahwa kegiatan evaluasi yang dilakukan telah tersimpan dengan benar.

Banyak fitur dalam e-Rapor yang harus dikuasai seorang guru. Namun pada kenyataan hubungan dengan kegiatan yang dilakukan guru selama ini. Bedanya, terletak pada proses pengisian. Jika dulu pengisian dilakukan secara manual dengan menulis hasil dan data siswa secara manual, maka pada e_Rapor, pengisian atau input nilai dilakukan dalam aplikasi dan data serta hasil nilai siswa akan tersimpan secara digital.

Usai kedua penyaji memaparkan berbagai fitur di e-Rapor, Moderator memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya, mengkritisi, atau meminta penjelasan ulang, namun sayang sekali karena kondisi jaringan kurang mendukung, beberapa peserta yang lebih memilih menggunakan kesempatan luring berprotokol kesehatan untuk mendapatkan penjelasan lebih dari penyaji . Pada akhirnya rapat ditutup pukul 11.49 menit dengan satu kesepakatan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti secara luring untuk lebih memahamkan peserta tentang e-Rapor.