KKKS dan FKKG Kecamatan Kismantoro Kupas Budaya Positif di Sekolah

Kolaborasi antara KKKS dan FKKG Kecamatan Kismantoro mengadakan KKG daring dengan tema “ Budaya Positif” menggunakan aplikasi Googlemeet  pada Sabtu,( 14/05/2022) mulai pukul 09.04. Peserta kegiatan meliputi semua guru kelas, guru PAI dan guru Penjasorkes di Korwil Kecamatan Kismantoro baik ASN PNS maupun calon ASN P3K sejumlah kurang lebih 100 orang yang terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. Moderator dalam kegiatan vicon kali ini adalah Selvi Nourma W, sedangkan host adalah Wito.

Kegiatan KKG kali ini mendatangkan narasumber CGP Angkatan 4 dari SD  Negeri 2 Gesing yaitu Yadi,  mengangkat tema tentang Budaya Positif. Kegiatan diawali dengan memandu peserta untuk mendengarkan lagu Indonesia Raya, diteruskan sambutan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Kismantoro, Sutrisno, yang menyampaikan agar pelaksanaan KKG bukan hanya sekadar memenuhi target, namun juga diterapkan untuk melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Kismantoro dan memberikan motivasi kepada guru untuk selalu belajar dan aktif mengembangkan diri. Kegiatan yang dipandu oleh Selvi Nourma W, Guru SDN 1 Miri ini dibagi dalam dua sesi yaitu sesi pemberian materi tentang budaya positif dan sesi tanya jawab.

Selanjutnya, narasumber memaparkan tentang budaya positif yang terkait dengan tugas guru dalam pembelajaran. Terdiri dari disiplin positif, keyakinan kelas, lima posisi kontrol guru dan segitiga restitusi yang harus dipahami oleh guru sekaligus dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan berikutnya, adalah sesi tanya jawab yang dibuka dalam dua sesi. Dalam sesi pertama, tanya jawab dibuka dengan 2 pertanyaan.

Pertanyaan pertama disampaikan oleh Slamet Widodo, menanyakan terkait dengan pemberian sanksi kepada anak bagaimana solusinya? Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh narasumber bahwa solusinya berasal dari anak, dan tugas guru adalah membimbing anak untuk menemukan sendiri jawabannya melalui penerapan segitiga restitusi.

Pertanyaan kedua disampaikan oleh Sukimin terkait dengan 5 posisi kontrol yang dimiliki oleh guru yaitu dari kelima posisi kontrol tersebut manakah yang paling ideal diterapkan dalam kelas. Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh narasumber bahwa yang mendekati ideal adalah sebagai pemantau dan manajer.

Pertanyaan berikutnya, masih dari Sukimin yang menanyakan tentang kiat-kiat agar ketika anak diposisikan sebagai teman, anak-anak tidak menyepelekan kita? Jawaban dari narasumber bahwa ketika menghadapi anak, kita harus bersikap akrab dan ramah kepada anak. Kita harus tetap memilah waktu dan kondisi yang tepat.

Dalam sesi dua, dibuka pertanyaan yang disampaikan oleh Ulva Khoirotul N yang menanyakan penerapan restitusi bagi anak kelas rendah yaitu bagaimana trik restitusi bagi anak kelas rendah? Pertanyaan tersebut dijawab oleh narasumber dengan menjelaskan tiga langkah restitusi dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Langkah restitusi yang pertama adalah identifikasi masalah, kedua validasi tindakan dan menanyakan keyakinan.

Pada sesi penutup, moderator menyampaikan kesimpulan dari rangkaian acara yang telah dilaksanakan yaitu bahwa guru harus meningkatkan kinerjanya demi mewujudkan profil pelajar pancasila. Acara KKG ditutup dengan foto bersama seluruh peserta KKG .