KKG PJOK Dwija Keduang Jatisrono Bahas Perangkat PJJ

Selasa, 26 Februari 2021 merupakan kali kedua Jatisrono menggelar KKG secara daring untuk semester 2 ini. Kegiatan KKG secara tatap muka yang rutin dilaksanakan menjadi sedikit terhambat dikarenakan merebahnya wabah Covid-19. Seperti KKG secara daring pada semester 1 yang telah dilaksanakan pada bulan September 2020 yang berjalan dengan lancar, KKG PJOK Dwija Keduang masih di dukung penuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri yakni pemberian akun Microsoft Office 365 yang salah satu fiturnya untuk meeting online yaitu Microsoft teams.

Kegiatan KKG Daring ini dipandu oleh Luchy HW selaku host dan Turyanti sebagai Moderator, kegiatan ini diikuti oleh hampir semua anggota KKG PJOK Dwija Keduang. Terdapat beberapa anggota yang ditunjuk sebagai panitia KKG Daring berkumpul di satu tempat guna menjalankan tugas. Tetapi tidak lupa untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yaitu 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi). Sebelum memasuki sambutan, terlebih dahulu perkenalan anggota baru KKG PJOK Dwija Keduang, Muslim Satria Waskito yang memaparkan curriculum vitae menggunakan Microsoft power point.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KKG PJOK Dwija Keduang Edy Sumarsono. Menyampaikan kembali bahwa semua pelaku pendidikan, terutama guru harus ikut dalam usaha pemberantasan Covid-19. Guru harus menjadi contoh dalam penerapan protokol Kesehatan. Untuk siswa di Jatisrono tidak ada yang terpapar covid-19. Tetapi untuk guru ada beberapa yang terpapar covid-19, sehingga harus lebih berhati-hati dan tetap menjalankan protokol kesehatan di manapun berada agar virus tidak semakin merebak.

Sambutan juga disampaikan oleh Pengawas PJOK Kecamatan Jatisrono, Dwi Agus Muji Supanta bahwa protokol kesehatan harus tetap dijalankan bagi semua pelaku pendidikan debagai bentuk usaha pencegahan penyebaran wabah Covid-19 dan memutuskan mata rantai dari virus tersebut. Selanjutnya, guru harus membuat administrasi dengan seefisien mungkin sesuai kondisi dan situasi yang diterapkan dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini agar tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Selanjutnya, guru PJOK harus menguatkan perangkat pembelajaran daring di masa pandemi ini.  Karena perangkat pembelajaran dijadikan sebagai acuan, dasar atau rambu-rambu bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran agar tercapai tujuan yang diharapkan terutama di masa pandemi ini.

Pemaparan materi inti oleh Aang Prayitno dengan tema bedah perangkat PJJ, dimulai dengan menjelaskan pentingnya perangkat pembelajaran yang merupakan administrasi yang harus di lengkapi oleh seorang guru. Perangkat pembelajaran tersebut di masa pandemi Covid-19 ini juga harus disesuaikan dengan inovasi yang efisien dan kreatif. Selanjutnya pemateri menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran guru juga bisa di unduh di portal yang disediakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, hal tersebut sangat memudahkan bagi guru untuk melengkapi perangkat pembelajaran yg beracuan pada pembelajaran jarak jauh.

Dapat diambil kesimpulan bahwa walaupun masih di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, guru PJOK harus mampu membuat model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa di sekolahnya. Guru juga dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran jarak jauh yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media pembelejaran jarak jauh yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang dan meramu materi serta metode pembelajaran yang sesuai materi dan metode. Selain hal itu pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak, baik guru, siswa, wali murid, serta lingkungan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.