KKG Kecamatan Jatisrono Implementasikan Merdeka Belajar

Opening KKG bersama Kecamatan Jatisrono digelar secara virtual dengan Zoom pada Kamis, 17 Maret 2022. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri ini di ikuti oleh seluruh guru TK/PAUD, guru kelas SD, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Penjasorkes,  Pengawas dan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Jatisrono. Acara ini dimulai tepat pukul 09.00 WIB, dibuka dengan pemutaran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa, dan sambutan.

Dalam laporannya, Ketua KKKS Jatisrono Ponco Handono menyampaikan beberapa prestasi yang diraih oleh para siswa di Kecamatan Jatisrono. Ponco Handono berharap, prestasi yang telah diraih tersebut bisa dipertahankan bahkan diperbaiki lagi di masa yang akan datang. Berikutnya adalah sambutan dari Korwilbiddikcam Jatisrono, Paiman. Dalam sambutannya, Paiman menyampaikan bahwa guru ibarat baju yang sudah jadi. “Baju yang sudah jadi tidak lagi bisa diubah menjadi baju yang lain, apabila dipermak juga tidak akan sempurna. Namun baju itu bisa dirawat dengan baik agar tidak lusuh dengan disetrika agar halus dan licin,” lanjut Paiman. Hal ini dimaksudkan bahwa guru merupakan sosok profesional yang tidak tergantikan namun harus tetap meningkatkan kompetensinya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yuli Bangun Nursanti dalam arahannya memaparkan materi  Peran KKG dan KKKS terhadap Sekolah Penggerak. Yuli Bangun Nursanti menyampaikan bahwa perlu adanya peningkatan kompetensi guru melalui program yang telah disusun oleh pengurus KKG dan KKKS. Dalam setiap satuan KKG diharapkan muncul salah satu atau beberapa Sekolah Penggerak, yang selanjutnya akan memberikan imbas yang bagus kepada sekolah disekitarnya melalui kegiatan in house training dalam komunitas praktisi.

Materi inti mengenai Implementasi Merdeka Belajar disampaikan oleh Siti Nurjanah yang merupakan Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Wonogiri. Dalam pembahasan materinya, Siti mengawali dengan mengajak peserta untuk mengingat kembali kiprah Ki Hajar Dewantoro dalam mendirikan Taman Siswa sebagai sekolah pertama bumiputera yang membuka pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Berdasar pemikiran Ki Hajar Dewantoro, Program Merdeka Belajar digulirkan oleh pemerintah melalui Kemendikbud Ristekdikti saat ini. Untuk memulai menerapkan Merdeka Belajar  pertama kali yang wajib dilakukan adalah membuat pemetaan pikiran mengenai tujuan, aksi nyata yang bisa dilakukan, hingga pada daya dukung kegiatan. Siti juga mengajak peserta yang berminat belajar untuk bergabung ke dalam komunitas praktisi yang sudah dibentuk sebelumnya. Di akhir pemaparan, Siti menyampaikan surat cinta dari Mendikbudristek, Nadiem Makarim yang ditujukan kepada seluruh guru di tanah air. Acara diskusi dilakukan dengan tanya jawab antara peserta KKG dengan narasumber. Kegiatan KKG ditutup dengan refleksi dan mendengarkan lagu Bagimu Negeri.