KKG Gugus Teratai Kecamatan Wonogiri Gelar Vicon Perdana

Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Teratai Kecamatan Wonogiri bekerja sama dengan Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Wonogiri menyelenggarakan kegiatan pertemuan secara daring/video conference (vicon) dengan aplikasi Microsoft Teams pada Jumat, 5 Februari 2021. Kegiatan kolektif guru di tingkat gugus tersebut merupakan kegiatan perdana dengan materi bertajuk “Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh bagi Guru di Masa Pandemi Covid-19.”

Meeting room dibuka tepat pukul 07.30 WIB. Yenni Roosita, S.Pd. selaku host mengawali acara daring dengan menyapa para peserta KKG yang telah masuk meeting room sekaligus menyampaikan tata tertib yang harus dipahami dan disepakati oleh peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta terdiri dari para guru kelas sebanyak 59 orang berasal dari 9 SD Imbas se-Gugus Teratai Kecamatan Wonogiri. Selanjutnya, acara dipandu oleh Sugi Mistanti, S.Pd, M.Pd sebagai moderator.

Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Wonogiri, Sukatmi, S.Pd., M.Pd selaku narasumber tunggal mengapresiasi antusiasme guru peserta dalam mengikuti kegiatan KKG secara daring. Hal tersebut sebagai bentuk sinergitas dan upaya peningkatan kompetensi serta layanan pendidikan di masa pandemi. Lebih lanjut, Sukatmi, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka pada semester genap yang telah dipersiapkan sedemikian rupa belum dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. “Sebagaimana kebijakan pemerintah, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diperpanjang. Oleh sebab itu, bapak/ibu guru harus menyikapi kondisi yang ada dengan bijak, makin kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan Pembelajaran Jarak Jauh pada semester genap ini,” tegasnya.

Dalam paparannya, Sukatmi, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa PJJ yang telah dilaksanakan selama dua semester merupakan pengalaman berharga, hendaknya dievaluasi dan selanjutnya untuk dapat ditingkatkan kualitasnya. Guru berperan penting dalam membantu peserta didik menghadapi ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi dan berupaya melibatkan peserta didik untuk terus belajar meskipun kegiatan sekolah normal terganggu.

Beberapa poin penting dalam mengimplementasikan PJJ melalui Belajar dari Rumah, antara lain: (1) Memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum kenaikan kelas maupun kelulusan; (2) Memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19; dan (3) Memberikan variasi aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar dari rumah.

Tiga tugas utama dalam mendesain dan mengimplementasikan PJJ, antara lain: Apa (Isi/konten pembelajaran), Siapa (profil belajar, kondisi, dan kebutuhan saat ini), dan Bagaimana (desain dan implementasi pembelajaran). Guru harus dapat mendesain dan mengimplementasikan PJJ sehingga materi pelajaran dapat tersampaikan kepada siswa. Selain itu juga mengikuti arahan atau panduan resmi yang diberikan kepala sekolah, selalu memberikan laporan perkembangan pembelajaran, dan menyampaikan kendala selama proses pembelajaran untuk mendapatkan umpan balik dari kepala sekolah.

Pada akhir sesi, moderator memberi kesempatan kepada para peserta untuk mengajukan pertanyaan dan curah pendapat terkait implementasi PJJ di masa pandemi. Host menghimbau kepada para peserta untuk mengisi presensi melalui link yang telah disiapkan dan foto bersama untuk keperluan dokumentasi kegiatan.