KKG Gugus Prambanan Kupas Tuntas Program Guru Penggerak

Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Prambanan Kecamatan Nguntoronadi menyelenggarakan kegiatan kolektif guru secara luring pada hari Sabtu, 4 Maret 2023 di SD Negeri Plosorejo. Tema kegiatan yaitu Program Guru Penggerak, yang dimulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB. Bertugas sebagai narasumber Lia Permata Sari, guru SD Negeri 1 Kedungrejo dan host Ninik Rindawati, guru SD Negeri Plosorejo. Jumlah peserta kegiatan yang hadir sejumlah41 orang. 

Sumarno selaku Ketua KKG Gugus Prambanan memberikan sambutan dan doa untuk mengawali kegiatan KKG. Sumarno berharap Gugus Prambanan 100 persen bisa menjadi guru penggerak dan menjadi kepala sekolah. Sumarno juga menceritakan beberapa kasus yang terjadi di Wonogiri yang miris terjadi kepada teman sejawat guru. Sumarno mengajak kita untuk mengharmoniskan keluarga kita sendiri serta sesama guru saling mengingatkan supaya tidak terjadi permasalahan perselingkuhan dan bergaul sewajarnya saja. Ibaratnya kita sedang memasak, kita atur sendiri besar kecilnya api, jangan sampai api tersebut membakar kita sendiri. 

Lia Permata Sari selaku narasumber, menyampaikan materi tentang Program Guru Penggerak. Dalam penyampaiannya, narasumber mengatakan bahwa tujuan utama guru penggerak yakni untuk mendapatkan ilmu dan meningkatkan kompetensi guru, sedangkan jika nanti menjadi kepala sekolah adalah sebuah bonus. Tujuan guru penggerak antara lain menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru, menjadi pemimpin pembelajaran, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi, mendorong peningkatan kepemimpinan, dan menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain. Kompetensi guru penggerak yaitu komunikasi yang baik, kreatif membuat metode pengajaran, percaya diri dan sabar, berdedikasi tinggi, serta mampu mengembangkan dan memanajemen sekolah. Kriteria guru penggerak, yaitu guru jenjang TK, SD, SMP, SMA, guru ASN/ Non ASN, memiliki akun di Dapodik, kualifikasi Pendidikan S1/D4, pengalaman mengajar 5 tahun, keinginan kuat menjadi guru penggerak. Kriteria seleksi guru penggerak, yaitu menerapkan pembelajaran berpusat kepada murid, fokus pada tujuan, memiliki kompetensi menggerakan orang lain, daya juang tinggi, mau belajar hal baru, berkomunikasi efektif, dewasa emosi dan berperilaku sesuai kode etik guru.  

Dalam 1 modul ada 3 kali meet untuk ruang kolaborasi dan diskusi dalam penerapan mengikuti guru penggerak. Guru pengajar praktik 1 bulan sekali datang ke sekolah untuk membimbing calon guru penggerak. Dalam kegiatannya, guru penggerak tidak dipunggut biaya jadi gratis serta kalau lokakarya mendapatkan biaya pulsa, dst. Tahapan seleksi guru penggerak memiliki alur yang berbeda-beda, tinggal kita mengikuti alur pendaftarannya. Yang harus dipersiapkan, antara lain akses SIMPKB, membuka menu Program Guru Penggerak, mengikuti tahapan seleksi CGP, melakukan ajuan sebagai CGP, pengisian CV dan menyiapkan RPP dengan alat media. Manfaat mengikuti guru penggerak yaitu mengembangkan kompetensi dalam lokakarya, menjadi pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid, belajar kelompok terbimbing, terstruktur dan menyenangkan, berkesempatan menjadi pengajar praktik, fasilitator, instruktur, asesor sekolah penggerak, memiliki sertifikat 306 JP, memudahkan sertifikasi bagi guru yang belum serdik, berkesempatan menjadi instruktur pelatihan dari Kemdikbud Ristek, serta mendapat komunitas belajar baru. 

Peserta KKG mengikuti kegiatan dengan interaktif dan antusias. Ada beberapa pertanyaan dari peserta selanjutnya dijawab dengan baik dan jelas oleh narasumber sehingga menjadi lebih paham. Semoga kegiatan KKG Gugus Prambanan pada kali ini dapat memacu para guru untuk mengikuti program guru penggerak.