KKG Gugus Jenderal Sudirman Kupas Inovasi Pembelajaran

Merdeka belajar merupakan jenis pembelajaran yang dibutuhkan oleh peserta didik masa kini. Peserta didik dituntut untuk mampu berpikir analitis dan kolaboratif dan para pendidik harus menghadapi perkembangan teknologi yang berubah dengan sangat cepat.  Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Jenderal Sudirman Kecamatan Wuryantoro pada Kamis, 17 Maret 2022 pukul 11.00-13.00 mengadakan kegiatan dengan judul “Merdeka Belajar Melalui Inovasi Pembelajaran Bagian 3” dengan narasumber  Gayan Inangi Meisella, melanjutkan kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Maret 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SDN 1 Wuryantoro dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Mulyatno, selaku Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Wonogiri. Dalam kesempatan ini, beliau berpesan sebagai guru kita harus selalu semangat. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan merdeka belajar, apalagi beliau baru saja mengikuti sosialisasi tentang Kurikulum Merdeka yang harapannya berorientasi pada anak didik. Kita berupaya memberikan layanan kepada anak-anak dengan penuh kreativitas sesuai perkembangan zaman. Kreativitas tersebut akan memunculkan inovasi baru yang lebih efektif dan efisien yang hasilnya lebih maksimal. Beliau juga menyarankan, setiap pembelajaran, anak-anak diajak bernyanyi agar lebih semangat.

Disampaikan pula oleh narasumber yang luar biasa yaitu Gayan Inangi Meisella,  yang merupakan salah satu guru penggerak di Kecamatan Wuryantoro tentang Merdeka Belajar. KKG kali ini diisi materi tentang Pelatihan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Memenuhi Kebutuhan Murid dalam Merdeka Belajar. Sebelum memulai kegiatan, beliau memberi tugas kepada bapak/ibu guru untuk menuliskan kegundahan sebelum berangkat KKG, setelah menulis di kertas, lalu kertas tersebut diremas dan dibuang. Beliau berkata, buang semua kegundahan dan kita konsentrasi pada kegiatan pada hari ini.

Gayan Inangi Meisella, mengingatkan bahwa kita harus selalu menuntut ilmu, apalagi kita sebagai guru. Pembelajaran yang kita laksanakan di kelas harus ada kesepakatan kelas yang dibuat oleh anak didik dan guru. Beliau menekankan dalam pembelajaran berdiferensiasi memiliki 3 aspek pembelajaran, yaitu kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid. Belia memaparkan pembelajaran berdiferensiasi menurut Tomlinson (2000), bahwa pembelajaran berdiferensi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

Narasumber menjelaskan kesiapan belajar adalah kondisi awal suatu kegiatan belajar yang membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban yang ada pada diri siswa dalam mencapai tujuan pengajaran tertentu. Selain itu ada 3 strategi dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu konten, proses, dan produk.  Narasumber menampilkan video tentang sekolah hewan, dalam video tersebut berisi tentang hewan yang bersekolah dan memiliki berbagai macam karakteristik. Beliau memberikan contoh video tersebut, agar kita sebagai guru juga bisa memahami karakteristik anak didik dalam kelas. Karakteristik anak didik kita berbagai macam, maka dari itu pembelajaran berdiferensiasi ini sangat cocok kita terapkan dalam pembelajaran sehari-hari.

Narasumber menekankan bahwa kita harus memiliki keyakinan kelas, yang semua itu dibuat oleh anak didik dan guru. Menurut Ki Hajar Dewantara “Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik. Bedanya, guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.

Dari penjelasan narasumber, dapat disimpulkan bahwa kita sebagai guru harus bisa mengembangkan pembelajaran melalui pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan proses memahami anak didik kita yang beraneka ragam. Jadi kita tahu apa kebutuhan anak didik kita dalam belajar di kelas. Sehingga pembelajaran yang dilaksanakan untuk mendukung anak didik kita.