KKG Gugus Anggrek Wonogiri Gelar Kegiatan Virtual  Membahas Perangkat PJJ

Sudah lebih dari satu tahun Covid-19 mewabah di dunia. Hal ini menyebabkan perubahan di segala sektor di dunia ini termasuk dunia pendidikan. Seperti menemukan titik terang, dunia pendidikan terus berlanjut sehingga pembelajaran jarak jauh harus dilaksanakan supaya ada kehidupan di dunia pendidikan. Walaupun banyak kendala dan hambatan ketika Pembelajaran Jarak Jauh, tidak menyurutkan semangat para guru untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Itulah salah satu momen yang terjadi saat Sukatmi, selaku Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Wonogiri berinteraksi dengan peserta kegiatan KKG Gugus Anggrek dengan materi Perangkat Pembelajaran Jarak Jauh pada Jumat 12 Maret 2021 tersebut. Dalam kegiatan yang diselenggarakan secara virtual tersebut, Sukatmi memaparkan materi kepada guru kelas dan juga kepala sekolah se-Gugus Anggrek tentang Strategi dan Pembelajaran Jarak Jauh. Dihadapan sekitar 48 peserta vicon, Beliau menuturkan ada 3 strategi pembelajaran jarak jauh yaitu menggunakan pendekatan saintifik, mengacu perkembangan situasi dan kondisi saat ini serta melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Beliau juga berpesan kepada seluruh guru, khususnya guru di Gugus Anggrek Kecamatan Wonogiri untuk menghindari beberapa hal terkait pembelajaran jarak jauh.

Dalam kegiatan yang dipandu oleh host Sarwindah Tri Yuliani dari SDN 1 Giriwono dan dimoderatori oleh Rischa Ferdy Nursita dari SDN 2 Wuryorejo  tersebut, beliau berpesan untuk menghindari 4 hal dalam pembelajaran jarak jauh, yaitu: (1) Membuat aturan dan tugas yang tidak memahami kondisi murid dan orang tua, (2) Memberi tugas yang mendorong murid berinteraksi dengan banyak orang / berkerumun, (3) Hindari menuntut orang tua untuk mendampingi penuh murid tanpa mempertimbangkan faktor kendala dalam melakukan pendampingan dan (4) Memberi tugas hanya dari satu sumber atau buku teks semata bahkan tanpa memberikan materi.

Beliau juga menyampaikan 2 prinsip dalam pembelajaran jarak jauh. Yang pertama prinsip tidak membahayakan. Sebagaimana guru di seluruh dunia mencoba untuk mengurangi 1 kemungkinan kerugian dalam belajar karena gangguan sekolah, keselamatan dan kesejahteraan siswa (students well-being) harus menjadi hal terpenting untuk dipikirkan. Upaya penyampaian kurikulum secara jarak jauh tidak menciptakan lebih banyak stres dan kecemasan bagi siswa dan keluarganya. Yang kedua prinsip realistis. Guru hendaknya memiliki ekspektasi yang realistis mengenai apa yang dapat dicapai dengan pembelajaran jarak jauh, dan menggunakan penilaian profesional untuk menilai konsekuensi dari rencana pembelajaran tersebut.

Semangat dan antusias peserta KKG terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya. Tetapi karena keterbatasan waktu moderator hanya memberikan dua kesempatan bertanya bagi peserta. Pada sesi penutup, moderator menyampaikan kesimpulan dari rangkaian acara yang telah dilaksanakan maupun agenda kegiatan pada pertemuan selanjutnya. Sebelum mengakhiri pertemuan, host mengingatkan kepada para peserta untuk mengisi form Daftar Hadir melalui link yang sudah dibagikan. Semoga semangat kebersamaan melalui kegiatan KKG ini kedepan semakin baik untuk peningkatan mutu pendidikan.