KKG Dahlia Kecamatan Wonogiri Mengevaluasi Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang sangat terasa dalam dunia pendidikan. Pemberlakuan PJJ dimulai sejak dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 Tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Pada Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)Semua  lembaga pendidikan harus menyiapkan strategi untuk melaksanakan PJJ 

KKG Gugus Dahlia Kecamatan Wonogiri belajar bersama untuk menerapkan PJJ yang sudah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual conference (Kamis, 25/3/2021)Narasumber pada kegiatan ini, Dwi Endriastuti Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Wonogiri. Moderator Muhajirin Azis dan host Toni Adhi Putranto. 

Dwi Endriastuti selaku narasumber menuturkan selama melaksanakan proses PJJ, banyak kendala yang dihadapi masing-masing sekolah. Maka perlu evaluasi agar  proses pembelajaran berjalan optimal. Beliau menjelaskanguru memiliki peran sangat penting dalam membantu dan melibatkan siswa untuk terus belajar meskipun kegiatan sekolah terganggu. Tujuan guru memandu pengambilan keputusan yang cepat untuk memulai dan melaksanakan pembelajaranMendorong kolaborasi orang tua dan siswa dalam menghadapi situasi darurat di masa pandemi. Guru juga memastikan anak mendapat pengalaman belajar yang bermakna sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.   

Ada tiga tugas utama dalam mendesain dan mengimplementasikan PJJ. Pertama, APA berisi tentang konten dimana guru menyelaraskan dan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah tentang materi atau konten yang paling tepat untuk diajarkan kepada siswa. Pastikan guru tetap mengikuti perubahan kurikukum, kebijakan, atau panduan yang ada. Tugas yang kedua, SIAPA berisi tentang profil pembelajaran, dukungan keluarga, status dan kebutuhan saat ini. Guru memiliki pemahaman yang mendalam tentang siswa dan bagaimana mereka belajar, hal ini membantu guru dalam merancang pengalaman PJJ yang lebih baik meliputi pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan minat siswa serta kekuatan siswa. Dukungan orangtua memiliki peran besar dalam PJJ. Perlu diingat orang tua bukan guru terlatih dan diminta untuk mengambil tugas yang menantang, sementara mereka juga berurusan dengan tugas dan tuntutan lain di rumah. Status dan kebutuhan saat ini berkaitan dengan lingkungan rumah dan kondisi psikososial siswa, akses teknologi komunikasi dan lingkungan rumah tinggal siswa yang akan membantu guru untuk menetapkan strategi pembelajaran yang akan dilakukan. Tugas ketiga, BAGAIMANA berisi desain dan implementasi PJJ. Peralihan dari pembelajaran tatap muka ke PJJ di tengah krisis dengan sedikit pengalaman menjadi tantangan terbesar bagi guru untuk kreatif dan fleksibel, tetap teguh pada prinsip pengajaran yang baik dan pembelajaran inklusif. Melaksanakan PJJ tidak mudah maka perlu dukungan profesional, emosional, dan teknis. Menyusun struktur PJJ bergantung pada apa yang diajarkan, siapa yang diajar, kemampuan pribadi dan sumber daya yang tersedia sehingga siswa mampu menangkap apa yang dipelajari. Dwi Endriastuti mengatakan, perangkat administrasi pembelajaran kelas menjadi pedoman dalam melaksanakan PJJ. Meliputi Silabus, Prota, Promes, RPP dan perangkat administrasi kelas lainnya, seperti RPP PJJ yang bisa diakses melalui portal pembelajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.  

Narasumber berharap penjelasannya mampu diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga mampu menciptakan generasi bangsa dengan sumber daya yang unggul.