K3S Purwantoro Gelar Pertemuan Virtual    Materi “Kompetensi Supervisi Akademik”

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Purwantoro kembali mengadakan pertemuan ke4 secara virtual pada Kamis, 4 Maret 2021. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari K3S materi Kompetensi Kewirausahaan. Peserta dari kegiatan ini merupakan semua Kepala Sekolah di Kecamatan Purwantoro yang terdaftar dalam kegiatan K3S. Terpantau dari room meeting, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berada pada beberapa titik lokasi. Acara yang berlangsung sekitar dua jam ini dipandu oleh Daryanti, Kepala Sekolah SDN 2 Kenteng sebagai host, dan Sudarno, Kepala Sekolah SDN 2 Ploso sebagai moderator. Acara dibuka oleh Rebut Irianto, S.Pd. M.Pd dengan memberikan sambutan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan dukungan terhadap kegiatan K3S yang tetap berjalan lancar meskipun dalam keadaan pandemi saat ini. Beliau juga meminta jika terdapat informasi yang berkaitan dengan kedinasan untuk dapat dilaksanakan dengan baik. K3S ini bukan hanya untuk mencari sertifikat atau Nilai Angka Kredit (PAK) semata, namun hendaknya bertujuan dalam pengembangan diri untuk meningkatkan kompetensi sebagai tenaga pendidik, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang maksimal. Di akhir sambutannya, beliau juga meminta semua peserta untuk mengikuti kegiatan K3S ini dengan baik sehingga dapat diterapkan di pangkalan masing masing. 

Selanjutnya paparan materi dari narasumber Sri Sutantini mengenai konsep dasar Supervisi Akademik. Supervisi Akademik merupakan serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989 & Glickman, 2007). Tujuan dari supervisi akademik ini yaitu meningkatkan profesionalisme guru, mengembangkan kualitas pengawasan, dan menumbuhkan motivasi. Beliau juga memaparkan beberapa manfaat dari supervisi akademik, seperti dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam perencanaan pembelajaran, dalam proses pembelajaran, dan mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran, serta sebagai bahan refleksi bagi guru untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Beliau juga memaparkan macammacam pendekatan supervisi akademik yang terdiri dari pendekatan langsung (direktif), pendekatan tidak langsung (non-direktif), dan pendekatan kolaboratif. Selain itu, terdapat teknik dalam menjalankan supervisi akademik ini yaitu supervisi individual dan supervisi kelompok.  

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, terdapat beberapa pertanyaan tentang bagaimana jalannya supervisi saat ini dengan adanya Pembelajaran Jarak jauh (PJJ). Semua dijawab dengan jelas oleh narasumber. Di akhir kegiatan, moderator menyampaikan kesimpulan mengenai pentingnya supervisi akademik bagi kepala sekolah sehingga diharapkan dengan adanya supervisi akademik ini dapat meningkatkan keprofesionalan kepala sekolah.