Gugus Slamet Riyadi Tirtomoyo Memanfaatkan Media Pembelajaran Moda Luring

Gagne dan Briggs (1975) berpendapat bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Sedangkan Ibrahim dan Syaodih (2003:112) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pelajaran. Dari pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat memotivasi belajar siswa.

Media pembelajaran dianggap penting karena memudahkan murid dan guru, memberikan pengalaman yang nyata, menarik perhatian murid, serta panca indera siswa dapat dioptimalkan. Mengingat betapa pentingnya keberadaan media dalam pembelajaran maka Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Slamet Riyadi Kecamatan Tirtomoyo melaksanakan pertemuan rutin dengan tema “Pembuatan Media Pembelajaran Moda Luring yang Menarik dan Interaktif Paska Pandemi”. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 21 September 2022 bertempat di SD Negeri 1 Dlepih.

Acara dipimpin oleh Eko Ariyanto selaku moderator dan dihadiri oleh kepala sekolah serta guru kelas yang tergabung dalam forum KKG Gugus Slamet Riyadi. Sambutan pertama disampaikan oleh Purwanto selaku ketua Gugus Slamet Riyadi. Beliau berpesan agar kedepannya pertemuan rutin KKG dilaksanakan di sekolah seluruh Gugus Slamet Riyadi yang beranggotakan 14 sekolah dasar sehingga silaturahmi antar satuan pendidikan semakin erat.

Sambutan kedua disampaikan oleh Muh Amin selaku ketua KKG Gugus Slamet Riyadi. Beliau menyampaikan alasan dipilihnya materi media pembelajaran karena keberadaan media pembelajaran sangat mendukung pembelajaran di kelas. Media pembelajaran merangsang siswa untuk tidak hanya berimajinasi sehingga pesan yang disampaikan oleh guru lebih diingat.

Muhammad Irfanudin, guru SD Negeri 3 Dlepih bertindak sebagai narasumber pada pertemuan ini. Sebagai pengantar beliau melakukan survei sederhana melalui alamat website menti.com. Survei tersebut bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh guru-guru di Gugus Slamet Riyadi menggunakan media pembelajaran di kelas. Hasil survei menunjukkan sebagian besar rekan guru telah menggunakan media pembelajaran berupa gambar, youtube, dan video.

Jenis media pembelajaran ada beragam namun secara garis besar media pembelajaran dibagi menjadi tiga, yakni audio (menyajikan suara), visual (menyajikan gambar/tulisan), dan audio visual (menyajikan suara dan gambar). Dalam memilih media pembelajaran ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh guru, yaitu: 1) karakteristik siswa, 2) tujuan yang akan dicapai, 3) kesesuaian materi, 4) kemampuan dan keterampilan yang dimiliki guru, 5) media yang praktis luwes dan tahan lama, 6) biaya.

Pada kesempatan ini Muhammad Irfanudin membawa media pembelajaran berupa kartu yang diberi nama “Kartu Nusantara”. Media tersebut digunakan untuk pembelajaran di kelas 5 tema 7 dengan materi “Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia”. Beliau juga menyampaikan langkah-langkah yang harus kita lakukan ketika akan membuat media pembelajaran, yakni diawali dengan merancang ide/gagasan kemudian menganalisis kebutuhan murid di kelas. Setelah kita memahami karakter siswa, baru kita merumuskan tujuan serta menentukan kerangka/sketsa dari media yang akan kita buat. Langkah terakhir adalah kita menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan lalu kita mulai membuat media tersebut.

Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB dan pertemuan diakhiri dengan membaca hamdallah. Eko Ariyanto sebagai moderator berharap di pertemuan selanjutnya ada perwakilan dari masing-masing sekolah untuk mempresentasikan media pembelajaran yang dibuatnya baik berupa media visual, media audio, maupun media audio visual.