Gandeng UNY, MGMP IPS Wonogiri Gelar Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Modul

Bertempat di pendapa SMP Negeri 1 Selogiri, MGMP IPS Kabupaten Wonogiri menggelar Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Modul Hots berbasis Potensi Lokal, Kamis, 12 Mei 2022. Pelatihan yang diikuti oleh guru-guru IPS se Kabupaten Wonogiri sejumlah 34 orang tersebut dilaksanakan atas kerja sama dengan PPM PIPS UNY Yogyakarta. Hadir pada pelatihan tersebut Tim PPM sejumlah 6 orang yang diketuai oleh Supardi. Acara diawali dengan ucapan selamat datang oleh ketua MGMP IPS Kabupaten Wonogiri, dilanjutkan sambutan Kepala SMP Negeri 1 Selogiri dan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.

Pada sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Yuli Bangun Nursanti mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan Bahan Ajar modul ini. Pemberlakuan Kurikulum Merdeka memberi kesempatan yang luas kepada  guru untuk mengembangkan bahan ajar yang mengangkat potensi lingkungan sekitar peserta didik. Tiap-tiap daerah di Wonogiri mempunyai potensi yang dapat diangkat sebagai materi pembelajaran IPS. Misalnya di Kecamatan Selogiri ada prasasti Nglaroh, di Kecamatan Wuryantoro ada Museum Wayang, dan lain-lain. Selain itu mantan Kepala SMA Negeri 1 Wonogiri tersebut juga mendorong adanya kolaborasi antar mata pelajaran misalnya dengan menggandeng mata pelajaran bahasa Inggris dalam mengangkat potensi daerah menjadi sebuah laporan tugas siswa.

Selanjutnya pada sesi pelatihan, Supardi menyampaikan bahwa pada pelatihan saat ini adalah menyusun modul IPS Kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka. Modul yang disusun adalah modul pembelajaran  Hots yang berbasis potensi lokal. Ciri dari modul ini adalah mengembangkan aspek pengetahuan-ketrampilan, merangsang siswa berpikir tingkat tinggi, student centered, fleksibel dan berbasis potensi lokal. Diharapkan ilustrasi yang ditampilkan pada modul mengambil yang ada di sekitar peserta didik. Selanjutnya untuk mendukung modul yang Hots maka pada tujuan pembelajaran harus memuat ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree). Ketua Tim Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Pendidikan IPS UNY ini juga memberikan template modul yang bisa dipedomani peserta. Harapannya agar produk yang dihasilkan nanti seragam. Selanjutnya hasil dari pelatihan ini bisa dibukukan menjadi buku modul yang ber-ISBN. Penyampaian materi yang diselingi tanya jawab menjadikan sesi ini berlangsung aktif dan variatif.

Setelah sesi penjelasan oleh Supardi dilanjutkan sesi kerja kelompok menyusun modul. Peserta sejumlah 34 orang dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu kelompok A dan Kelompok B. Kelompok A terdiri dari 2 subkelompok, yaitu kelompok 1 menyusun modul pada materi tema 01, dan subkelompok 2 mengerjakan materi tema 02. Sementara untuk kelompok B, subkelompok 3 mengerjakan tema 03 dan subkelompok 4 menyusun modul untuk tema 04. Masing-masing subkelompok berkumpul untuk mulai melaksanakan tugas menyusun modul. Tim PPM dari UNY memantau tiap kelompok dan memberi penjelasan yang diperlukan oleh tiap kelompok. Peserta tampak antusias berdiskusi mengenai tugas yang harus diselesaikannya. Pada akhir sesi telah disepakati penyusunan modul pembelajaran diberi tenggat waktu 2 minggu. Setelah itu dikirim ke Tim PPM untuk di review, dan selanjutnya kalau sudah benar dan layak dibukukan menjadi buku yang ber-ISBN.