Gandeng HPBI Jawa Tengah dan FBS UNNES, MGMP Bahasa Indonesia Kupas EYD

MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan kegiatan Diklat Penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dalam Penulisan Karya Ilmiah Kamis, 27 Juli 2023. Kegiatan diikuti 164 guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP baik negeri maupun swasta bertempat di SMP Negeri 3 Wonogiri, Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kaloran, Giritirto, Wonogiri. Diklat dilaksanakan secara luring dan daring dengan menghadirkan narasumber Mukh Doyin, Ketua HPBI Jawa Tengah dan Zuliyanti, Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Kepala SMP Negeri 2 Slogohimo, Resi Hananto Agung Wahyono, selaku Koordinator MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Wonogiri berkenan membuka kegiatan secara resmi. Beliau memberikan apresiasi positif atas diselenggarakannya kegiatan yang menggandeng LPTK dan Lembaga Pembina Bahasa. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan informasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri agar para guru Bahasa Indonesia SMP yang memenuhi kriteria berkenan mendaftar dan mengikuti kegiatan seleksi Calon Guru Penggerak yang menjadi program dari pemerintah.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Wonogiri, Sriyono, guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Wonogiri melaporkan bahwa kegiatan ini menjadi wahana bagi guru-guru Bahasa Indonesia SMP untuk lebih memahami EYD Edisi V tahun 2022, sekaligus mengimplementasikan penggunaan EYD terutama dalam ragam bahasa tulis dalam pembelajaran di sekolah. Narasumber yang sudah pakar di bidangnya yaitu Ketua HPBI Provinsi Jawa Tengah membahas tentang EYD Edisi V dan Dosen FBS UNNES membahas materi penulisan karya ilmiah.

Mukh Doyin  menjelaskan tentang sejarah EYD. Indonesia pernah memiliki beberapa ejaan, yaitu (1) Ejaan van Ophuijsen (sejak sebelum merdeka), (2) Ejaan Republik/Ejaan Soewandi (1947), Ejaan Pembaharuan (1954), Ejaan Melindo (1961), Ejaan Baru (1967), dan EYD lahir tanggal 16 Agustus 1972 melalui Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972. Sampai saat ini EYD mengalami pembaharuan sebanyak lima kali yaitu EYD Edisi I 1972 (EYD), EYD Edisi II 1987 (PUEYD), EYD Edisi III 2009 (PUEYD), EYD Edisi IV 2015 (PUEBI), dan EYD Edisi V (EYD) 2022. Alasan kembali pada nama EYD antara lain: (1) sudah dikenal orang, dan (2) disempurnakan berarti bersifat dinamis, yaitu selalu berubah disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas negeri Semarang (UNNES) selaku narasumber kedua memaparkan materi tentang sistematika penulisan karya ilmiah dan penggunaan EYD dalam penulisan karya ilmiah. Beberapa kaidah penulisan kutipan, daftar pustaka, dan tabel dibahas secara detail sampai pada contoh penulisan yang benar sesuai EYD.

Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Pada sesi tanya jawab, beberapa peserta diberikan kesempatan untuk bertanya. Sumanto, guru SMP Negeri 1 Giritontro dan Ernawati, guru SMP Negeri 6 Wonogiri memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk bertanya seputar permasalahan riil yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber memberikan penjelasan dengan rinci sehingga peserta lebih memahami materi penggunaan EYD dalam penulisan karya ilmiah ini dengan baik. Kegiatan berakhir pada pukul 11.50 WIB.