Gandeng BBGP, Dinas P dan K Wonogiri Sukses Gelar Lokakarya 6

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri berkolaborasi dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) mengadakan Lokakarya 6 Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP). Kegiatan lokakarya digelar di SMA Negeri 2 Wonogiri, Sabtu (17/6/2023). Sebanyak 35 Pengajar Praktik dan 246 Calon Guru Penggerak (CGP) tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan lokakarya dilaksanakan sebagai salah satu tahapan PPGP. Lokakarya 6 diadakan dengan tujuan menghasilkan rencana kerja 1 tahun untuk pengembangan sekolah. Selain itu, CGP diharapkan dapat mengidentifikasi kekuatan diri yang dapat mendukung program sekolah. Melalui kegiatan ini, CGP dilatih untuk menyusun rencana penguatan kompetensi diri dalam mendukung program sekolah.

Kegiatan lokakarya dilaksanakan dalam 12 kelas. Lokakarya 6 dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan persiapan kegiatan lokakarya. Aktivitas selanjutnya adalah berbagi tujuan program, penyusunan rencana pengembangan sekolah, refleksi posisi diri, serta rencana penguatan kompetensi diri. Semua CGP tampak antusias  mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas P dan K Kabupaten Wonoigiri, Tarmo, beserta jajaran pegawai tampak hadir dan mengawal jalannya kegiatan lokakarya. Ditemui disela kegiatan, Kabid PTK berharap CGP sebagai ujung tombak transformasi pendidikan khususnya di Wonogiri mampu menciptakan iklim pembelajaran yang reflektif, kolaboratif, dan memiliki kematangan moral, emosi, serta berperilaku sesuai kode etik pendidik.

“Lulusan PPGP di Wonogiri kami harapkan mampu menularkan pengalamannya selama pendidikan, sekaligus menjadi pemantik dalam menggerakkan sesama guru/teman sejawat di lingkungan sekolah dan komunitas organisasinya (MGMP/KKG). Dengan begitu para Guru Penggerak nantinya mampu menyiapkan dan mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolahnya” imbuh Kabid PTK.

Tarmo menyatakan berbagai upaya yang telah diprogramkan Kemendikbudristek, termasuk PPGP, tidak ada artinya bilamana Guru Penggerak tidak dapat mengimplementasikannya di sekolah. “Mutu pendidikan di Indonesia tidak akan mengalami peningkatan untuk mengimbangi negara-negara maju. Agar berhasil, mindsite dan mental guru harus berubah sesuai tuntutan zamannya,” tegas Kabid PTK.

Salah satu CGP, Erna Nurhidayati, guru SDN 2 Bumiharjo Giriwoyo, menyatakan senang dapat mengikuti kegiatan lokakarya. Erna menyampaikan program yang diluncurkan Kemendensikbudristek ini sangat relevan dengan tuntutan saat ini. “Program Pendidikan Guru Penggerak benar-benar menyiapkan para guru menjadi pemimpin pembelajaran sesuai filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Para CGP digembleng selama 6 bulan, harapannya bisa menjadi motor yang menggerakkan sekolah dan komunitasnya masing-masing,” ujar Erna.

David Anggar Kusuma, salah satu Pengajar Praktik, mengapresiasi komitmen para CGP selama pelaksanaan lokakarya. Kepala SDN 3 Tubokarto Pracimantoro ini menyatakan komitmen para CGP untuk menyelesaikan PPGP Angkatan 7 dalam lokakarya 6 ini terlihat besar. “Komitmen besar ini terlihat dari antusias para CGP menyelesaikan setiap tugas dengan baik sekaligus mengikuti kesepakatan yang telah dibuat bersama di awal lokakarya,” pungkas David. (AD)