Forum KKG Kecamatan Wonogiri Bahas Best Practice

Kegiatan Forum Kelompok Kerja Guru (KKG) di kecamatan Wonogiri dilaksanakan dengan pola daring dan luring. Pada hari Sabtu, tanggal 20 Agustus 2022 Forum Kelompok Kerja Guru Kecamatan Wonogiri yang terdiri dari Gugus Anggrek, Gugus Dahlia, Gugus Mawar, Gugus Melati, Gugus Menur dan Gugus Teratai menyelenggarakan kegiatan secara virtual membahas Best Practice. Kegiatan dipandu oleh host Maulana Agung P. dari SDN 1 Wonokarto dan dimoderatori oleh Retno Wulansari dari SDN 1 Giriwono.

Pada kegiatan virtual ini penyampaian materi Best Practice menghadirkan Sri Marhaeningsih dari SDN 1 Wonoboyo sebagai narasumber. Pada awal kegiatan dilaksankan pre tes dengan pertanyaan Mengapa menulis?. Penyampaian dari beberapa peserta vicon menulis sangat penting bagi pendidik dan tenaga pendidik karena dengan menulis kita dapat menyampaikan gagasan, mendokumentasikan gagasan/ide, mengingatkan apa yang telah kita pelajari, memberikan informasi yang bermanfaat bagi yang membutuhkan, kegiatan kita terencana dan terukur, dan bermanfaat bagi orang banyak. Menulis lebih mudah apabila kegiatan sudah dilakukan.

Pendidik dan tenaga pendidik bisa menuangkan tulisan melalui berbagai karya seperti artikel yang dimuat di media masa, jurnal, buku, maupun best practice. Best Practice merupakan laporan kinerja terbaik dari hasil pengalaman langsung sebagai pendidik atau tenaga kependidikan baik individual maupun kelompok pada bidang pembelajaran yang memiliki nilai-nilai keunggulan/kekhasan/keunikan tertentu bukan hasil penelitian/penelitian tindakan dan berlangsung minimal satu semester yang dapat diadopsi oleh pendidik atau tenaga kependidikan lainnya. Laporan kinerja tersebut memiliki dampak berarti bagi kemaslahatan peserta didik, rekan kerja ataupun lingkungan kerja.

Beliau menyampaikan bahwa best practice mengembangkan cara baru dan inovatif untuk memecahkan masalah pengelolaan sekolah baik dalam kegiatan intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Best practice membawa sebuah perubahan sehingga sering dikatakan hasilnya luar biasa baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Selain itu mengatasi persoalan tertentu secara berkelanjutan, menjadi model dan memberi inspirasi kepada teman sejawat, guru dan kepala sekolah serta metode yang digunakan bersifat ekonomis dan efisien. Best practice lahir dari para pendidik dan tenaga pendidikan yang peduli atas permasalahan yang menjadi tugasnya, mencintai tugas sebagai pendidik, yakin dan percaya tugas mulia sebagai seorang pendidik, bermental pendidik pembelajar untuk menyumbangkan hal baik serta berkeinginan menyumbangkan yang terbaik untuk dunia pendidikan.

Judul best practice tidak boleh diawali dengan kata verba, sebaiknya diawali dengan kata nomina dan menarik. Substansi judul dalam best practice mengandung strategi/prosedur kinerja pendidik, hasil best practice dan tempat pelaksanaan best practice. Dalam latar belakang guru bisa menuliskan kondisi sekolah sebelum dilaksanakan best practice, konteks lingkungan sekitar sekolah serta alasan dilaksanakannya strategi pemecahan masalah. Hal-hal yang perlu ada di best practice guru mendokumentasikan pelaksanaan best practice berupa foto maupun berupa video. Selain itu menampilkan data-data kuantitatif atas keberhasilan yang bisa dicapai berkat best practice dan bukti sudah didesiminasi kepada sekolah lain untuk mendapatkan refleksi.

Beliau  berpesan kepada seluruh pendidik dan tenaga pendidik untuk menciptakan sekolah yang unggul dengan memberikan layanan yang optimal, meningkatkan kemampuan peserta didik, membangun karakter kepribadian serta memberdayakan sumber daya yang ada secara optimal dan efektif.

Semangat dan antusias peserta KKG terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan banyaknya peserta yang bertanya.  Pada sesi penutup, moderator menyampaikan kesimpulan dari rangkaian acara yang telah dilaksanakan bahwa pendidik dan tenaga pendidikan harus bekerja dengan optimal dalam memajukan pendidikan di sekolah serta menciptakan sekolah unggul yang diminati masyarakat. Selanjutnya host menutup acara dengan berpesan bahwa pendidik senjata paling ampuh untuk memajukan pendidikan.