FKKG Kecamatan Wonogiri Kupas Optimalisasi PTMT

Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Kecamatan Wonogiri bekerja sama dengan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Wonogiri kembali menggelar video conference. Kegiatan video conference ini berlangsung pada Sabtu, 19 februari 2022 yang juga disiarkan secara langsung di kanal youtube mengangkat materi pembahasan Optimalisasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Kegiatan daring ini diikuti guru sekolah dasar yang tergabung dalam kelompok gugus sekecamatan Wonogiri. Para guru yang ikut bergabung melalui zoom dalam video conference ini berjumlah 100 peserta dan melalui siaran live streaming youtube sebanyak 157 penonton.

Pada acara ini pengurus mendatangkan narasumber Pamuji. Tepat pukul 09.30 WIB acara video conference dimulai oleh host, Musalim Djaka Sasmita kemudian menyerahkan jalannya acara kepada moderator, Fitriatun. Moderator menyampaikan susunan acara pembukaan, penyampaian materi, tanya jawab, dan penutup.

Narasumber menyampaikan bahwa pandemi saat ini belum berhenti tetapi sebagai guru harus bisa menjadi ujung tombak dalam pendidikan. Beliau juga menyampaikan melalui SKB 4 Menteri kita bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. PTMT dilakukan karena siswa jenuh belajar di rumah dengan sistem daring yang selama ini “disuapi” setumpuk tugas dari sekolah, siswa sangat rindu untuk bertemu dengan teman dan main bersama, serta siswa juga rindu dengan guru dan lingkungan sekolah.

Prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat, serta tumbuh kembang peserta didik. Sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, dan menjaga jarak. Selain itu sekolah harus vaksinasi PTK, memyediakan tempat cuci tangan, menjarangkan tempat duduk siswa, berkoordinasi dengan orang tua siswa tentang kesehatan siswa.

Dalam Uji Coba PTMT, ternyata tidak sedikit guru yang masih bingung untuk menyajikan pembelajarannya maka guru harus punya strategi pembelajaran agar PTMT bisa berjalan efektif, antara lain strategi dari sisi psikologis siswa dan model pembelajaran. Pada awal pembelajaran sebaiknya guru tidak langsung tancap gas memberi materi pelajaran, perlu membangkitkan sisi sosial pada anak agar kembali akrab dan tetap sehat. Bagi guru yang tidak mau ribet, ada kecenderungan kurang menghiraukan proses sosialisasi anak. Selain itu guru perlu memberi teladan bagaimana dapat dekat dengan siswa di luar kelas, namun tetap menjaga protokol kesehatan.

Penggabungan pembelajaran secara tatap muka dan dalam jaringan dinamakan pembelajaran Blanded Learning, guru dapat mengeksplorasi kemampuan siswa dalam pembelajaran.  Dalam menerapkan Blended Learning, guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Pada sesi tanya jawab ada empat penanya dari peserta. Pertama, pertanyaan dari Rifki, guru SD IT Al Huda, terkait apakah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran di luar sekolah misalnya ke perpustaakaan daerah Wonogiri bersama siswa? Menurut narasumber, boleh dilaksanakan selama tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap jaga jarak. Kedua, pertanyaan dari Sigit Wibowo terkait pembelajaran yang dilaksanakan secara ringkas, bagaimana jika evaluasi tidak tercapai atau kurang maksimal? Menurut narasumber tidak apa-apa nanti bisa dilakukan kegiatan remedial untuk meningkatkan nilai siswa. Ketiga, pertanyaan dari Arif SW, terkait apakah boleh mengurangi KD dalam pembelajaran? Menurut narasumber kalau mau mengurangi KD kita melakukan penyederhaan kurikulum secara mandiri. Keempat, pertanyaan dari Maria Trihastuti, terkait bagaimana memaksimalkan PTMT untuk anak kelas 6 yang mau melaksanakan ujian. Menurut narasumber dengan memberikan banyak latihan atau drilling dan dibahas bersama.