FKKG Kecamatan Karangtengah Gelar Pertemuan Materi AKM  (ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM)

Kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan selalu mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pada tahun ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anwar Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan perubahan penghapusan ujian nasional diganti dengan metode AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), sesuai dengan Permendikbud No. 43/2019 sebagai pengganti dari Permendikbud No. 4 Tahun 2018. Menindaklanjuti kebijakan pemerintah terkait dengan AKM tersebut Jumat 9 April 2021 FKKG Kecamatan Karangtengah kembali mengadakan kegiatan virtual melalui aplikasi Microsoft Teams mulai pukul 09.00–11.00 WIB. Acara tersebut dipandu oleh Armaytu Harhara sebagai host dan Nur Fitriah sebagai moderator, sedangkan pemateri vicon kali ini adalah Suwarmo (Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Kecamatan Karangtengah). Acara dimulai dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” 3 stanza, kemudian dilanjutkan materi inti.

Dalam paparan materi tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Suwarmo mengawalinya dengan menyampaikan tentang paradigma pendidikan kali ini dengan ritme pendidkan yang selalu mengalami perubahan. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sendiri merupakan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, oleh karena itu harus disikapi dan direspon dengan baik oleh semua kalangan khususnya kita sebagai pendidik/guru. Asesmen Nasional yang akan diikuti oleh siswa secara nasional  meliputi  uji numerasi dan literasi. Perbedaan antara Ujian Nasional dan AKM yaitu: 1) Ujian nasional diikuti oleh semua siswa dijenjang akhir dari satuan pendidkkan sedangkan AKM diikuti oleh siswa  Kelas V jenjang sekolah dasar, sedangkan untuk SMP siswa di Kelas VIII dan SMA Kelas XI; 2) Ujian nasional berbasis pada mapel/mata pelajaran, sedangkan AKM tidak berbasis mapel; 3) Ujian nasional berupa soal cek point/pilihan ganda, sedangkan AKM pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat dan uraian; 4) Ujian Nasional dilaksanakan dengan semi daring, sedangkan AKM dilaksanakan dengan full online supervised (utama) serta semi online dan offline (sekolah tertentu); dan 5) Ujian Nasional metode penilaian dengan Computer Based Test (CBT), sedangkan AKM menggunakan metode Computer Multistage Adaptive Testing (MAST).

Selanjutnya, sesi tanya jawab dibuka dan dipandu oleh moderator Nur Fitriah. Untuk kesempatan pertama diberikan kepada Armaytu Harhara guru SD Negeri 2 Ngambarsari Kecamatan Karangtengah, Arma menyampaikan pertanyaan terkait dengan jumlah siswa yang mengikuti pelaksanaan AKM disetiap satuan pendidikan. Kesempatan kedua diberikan kepada Suparlinda Andarini guru SD Negeri 1 Temboro Kecamatan Karangtengah dan menyampaikan pertanyaan terkait persiapan apa saja yang harus dimiliki oleh guru/tenaga pendidik dalam menghadapi AKM yang akan dilaksanakan kurang lebih bulan Agustus nanti. Kegiatan diakhiri dengan kata penutup oleh pemateri dengan memberikan pesan agar guru-guru bisa lebih melek IT lagi apalagi di masa pandemi seperti kondisi kali ini, guru harus siap menghadapi kebijakan pemerintah dan tidak menjadikan AKM sebagai beban melainkan sebagai semangat kita. Setelah sesi tanya jawab berakhir, sebagai penutup seluruh peserta diminta untuk foto bersama-sama.