FKKG Kecamatan Batuwarno Gelar Ngopi Kupas Tuntas PMM

Platform Merdeka Mengajar (PMM) menjadi topik penting pada implementasi Kurikulum Merdeka di Kecamatan Batuwarno. Para guru penasaran tentang berbagai fitur yang ada pada PMM. Menyikapi keingintahuan dari para guru khususnya di Kecamatan Batuwarno maka FKKG menyelenggarakan kegiatan secara daring yang dikemas dengan judul “Ngopi PMM (Ngobrol Permasalahan Implementasi Platform Merdeka Mengajar)” pada Kamis (11/8/2022). Kegiatan ini diikuti oleh semua kepala sekolah dan guru SD di Kecamatan Batuwarno.

Kegiatan dimulai pukul 12.00 WIB dipandu host sekaligus moderator, Miftahul Himmatinnur dari SD Negeri 1 Ronggojati. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan agar rasa nasionalisme tetap kuat terjaga. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Koordiantor Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan Batuwarno dan KKKS Kecamatan Batuwarno. Hery Hartanto selaku Korwilcambiddik memberikan sambutan dan menjelaskan pentingnya KKG untuk terus dilanjutkan agar dapat mewadai segala permasalahan tentang Implementasi Kurikulum Merdeka. Wirid Supriyanto, Koordinator FKKG Kecamatan Batuwarno menambahkan tentang optimalisasi KKG agar para guru dapat saling berkolaborasi untuk memajukan kualitas pendidikan di Batuwarno.

Materi pertama disampaikan Arina Ika Setyasari guru SD Negeri 3 Batuwarno. Narasumber mengenalkan PMM dan berbagai fitur yang terdapat di dalammya. Perangkat Ajar memuat kumpulan bahan ajar, modul ajar, modul proyek atau buku teks. Fitur Laman Kelas dan Asesmen Murid memuat daftar murid berdasarkan kelompok kelas juga kumpulan paket soal yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Pada fitur Pelatihan Mandiri dan Video Inspirasi berisi pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk menunjang kompetensi para pendidik di seluruh Indonesia. Fitur selanjutnya, Bukti Karya Saya memberikan ruang bagi karya para guru untuk ditampilkan dan berbagi informasi tentang prestasi dan inovasi.

Materi kedua disampaikan Novi Susanto, guru SD Negeri 1 Selopuro. Narasumber mengajak para peserta vicon untuk praktik bagaimana cara mengakses dan menggunakan PMM. Para peserta mengikuti panduan dari narasumber dengan antusias. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk “Ngopi PMM (Ngobrol Permasalahan Implementasi Platform Merdeka Mengajar)” berjalan dengan baik penuh diskusi bermakna. Banyak peserta yang bertanya dan menyampaikan pendapat mereka tentang implementasi Kurikulum Merdeka. Novi Susanto berharap kurikulum baru ini tidak menjadi beban bagi para guru di Batuwarno, namun dapat menumbuhkan semangat baru demi tercapainya pembelajaran yang merdeka dan berpihak pada peserta didik.