Bupati Wonogiri Hadiri Rakor Evaluasi Kinerja TA 2022 dan Persiapan TA 2023 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri menggelar Rakor Evaluasi Kinerja TA 2022 dan Persiapan TA 2023 bertempat di Gedung Graha Sasono Mulyo, (Selasa, 31/1). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonogiri Joko Sutopo, dengan didampingi Plt. Kepala Dinas P dan K FX. Pranata beserta pejabat struktural. Sejumlah 850 tamu undangan yang hadir terdiri dari Kepala Sekolah TK Negeri se- Kabupaten, Kepala Sekolah SD Negeri se- Kabupaten, Kepala Sekolah SMP Negeri se- Kabupaten, Korwil Biddik Kecamatan se-Kabupaten, Korwas TK, SD, dan SMP, serta Korwas Penilik mengikuti Rakor tersebut.

Dalam rakor disampaikan paparan dari Bidang Paud PNF oleh Yatto selaku Kabid Paud PNF, dilanjutkan paparan Bidang Dikdas oleh Gino Kabid Dikdas dan paparan Bidang PTK oleh Tarmo selaku Kabid PTK. Plt. Kadinas FX. Pranata menyampaikan beberapa persoalan terkait IPM, capaian kinerja TA 2022 serta prestasi-prestasi guru maupun peserta didik tingkat nasional maupun provinsi. Selain itu juga menyinggung persoalan pencairan TPG dan konsistensi kinerja BOS.

Peserta undangan tampak antusias dalam hal ini khususnya saat penyampaian pengarahan Bupati Wonogiri yang mana banyak faktor penunjang keberhasilan dan kekurangan Kabupaten Wonogiri dari segi pendidikan. Pertemuan dimaksud untuk bersama-sama mengevaluasi serta berdiskusi, dengan harapan tercapainya kualitas pendidikan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Wonogiri masih banyak anak putus sekolah. Hal ini ditelusuri penyebab dan masalah yang terjadi, ternyata banyak anak di wonogiri menikah muda. Sungguh ironis, Joko Sutopo berharap semua penggerak di bidang pendidikan khususnya ikut bergerak turun tangan dalam mengatasi masalah ini dengan melakukan upaya-upaya memperbaiki akar permasalahan untuk mewujudkan Go Nyawiji Sesaregan mBangun Wonogiri.

“Tahun 2022 sedang memperjuangkan PPPK tahap 3 dan alokasi gaji sudah siap”, kata Joko Sutopo. Beliau juga memberikan otoritas seluas-luasnya terkait penempatan KS, agar kekosongan dapat segera diatasi dan siap menandatangani untuk semua keputusan. (TT)