MINIMALIS, Inovasi Pembelajaran Menyenangkan di SMP Negeri 2 Girimarto

SMP Negeri 2 Girimarto terus berinovasi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah MINIMALIS yang merupakan kependekan dari Membaca, Informasi, Inkuiri, Modeling, Alat Peraga, Interakasi tutor Sebaya. Inovasi pembelajaran Matematika ini diluncurkan sebagai jawaban atas permasalahan Matematika yang kerap masih dianggap sebagai momok bagi para siswa.

Menurut penanggung jawab inovasi, Sri Warsini, pembelajaran Matematika bagi siswa yang memang menempatkannya sebagai momok dirasa menakutkan dan tidak menyenangkan. “Adalah satu keharusan bagi guru untuk selalu melakukan inovasi manakala ada ketidaknyamanan dalam pembelajaran,” ujar Warsini.

Menurut Warsini, siswa akan memahami peristiwa yang dipelajarinya jika pengetahuan baru itu diperoleh dengan cara menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan peristiwa yang dihadapi. Hal ini semakin diperumit mengingat keterbatasan buku sumber untuk siswa dan media pembelajaran yang tersedia.

“Maka dari itu kami mencoba pembelajaran yang menyenangkan sehingga minat belajar siswa meningkat yang akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam mempelajari materi Transformasi,” imbuh Warsini.

Pembelajaran MINIMALIS dengan alat peraga dan tutor sebaya mampu menkonkritkan konsep yang abstrak sehingga pembelajaran Matematika menjadi semakin dirasa mudah. Warsini menyatakan bahwa materi Transformasi terdiri dari banyak indikator pencapaian yaitu dilatasi, refleksi, translasi dan rotasi terhadap titik, garis dan bidang. Untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang banyak dan meningkatkan minat siswa dalam belajar Transformasi ini maka Sri Warsini menggunakan metode pembelajaran MINIMALIS.

Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika materi Transformasi. Selain itu,  inovasi MINIMALIS juga bertujuan untuk mengetahui minat  belajar dan dampak belajar matematika materi Transformasi.

Kepala SMP Negeri 2 Girimarto, Agus Dwianto, sangat mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan Sri Warsini. “Inovasi ini menunjukkan bagaimana guru-guru SMP Negeri 2 Girimarto mampu menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid,” kata Agus. (AD)