Berani Beda, SDN 1 Dawungan Gelar Pembukaan “Karangan The Series”

Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa di bulan Ramadan, dan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, SD Negeri 1 Dawungan, Jatiroto melaksanakan program Kajian Ramadan Dawungan (Karangan). Program ini dibuka pada Kamis, 7 April 2022 di Masjid Al Istiqomah Paran, Dawungan dengan menghadirkan dai asal Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan ini diikuti oleh siswa kelas I sampai V dan seluruh guru. Siswa kelas VI belum mengikuti kegiatan pembukaan karena sedang mengikuti Penilaian Akhir Tahun.

“Karangan” ini merupakan program baru yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Dawungan. Program ini bekerja sama dengan forum dai Ramadan Desa Dawungan, Polsek Jatiroto, UPTD Puskesmas Jatiroto, organisasi keagamaan di Dawungan, dan melibatkan ustaz dari sekolah berbasis keagamaan di Jatiroto. “Kami bekerja sama dengan lintas sektor dengan tujuan membangun komunikasi yang baik dengan semua unsur tersebut. Harapannya semua unsur tersebut dapat memberikan materi sesuai dengan bidangnya yang dikaitkan dengan nuansa Ramadan”, kata ketua panitia, Anik Wulandari. Lebih lanjut, Anik menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak selalu berisikan ceramah dari para dai atau narasumber lain. Siswa akan diputarkan film keagamaan untuk diresensi ceritanya sehingga siswa bisa mengambil amanat dari cerita tersebut.

Pembukaan “Karangan” ini menghadirkan As’ad, dai Ramadan Desa Dawungan asal Pondok Pesantren API, Tegalrejo, Magelang. Sebelum dilaksanakan kajian, para guru dan siswa melaksanakan salat duha berjamaah. As’ad membahas materi dengan tema “Puasa Asyik ala Santri”. Materi yang dikemas secara sederhana ini bertujuan mengenalkan kebiasaan santri selama bulan Ramadan. Banyak siswa yang tertarik dengan penjelasan dai tersebut. Terbukti, beberapa siswa mengajukan pertanyaan seputar kehidupan para santri yang harus jauh dari orang tua untuk menuntut ilmu agama. “Pembukaan kegiatan ini sengaja memilih materi yang ringan, dengan tujuan siswa akan lebih tertarik dengan kegiatan “Karangan”. Selanjutnya kami akan mengundang beberapa pihak lintas sektoral untuk berperan aktif dalam kegiatan ini,” kata Eko Sulistiyawan mewakili kepala sekolah.