Belajar Asesmen Nasional Bersama KKKS Kecamatan Manyaran

Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kecamatan Manyaran mengadakan kegiatan paket 1 yaitu Asesmen Nasional pada hari Kamis, 11 Februari 2021 pukul 08.00 s.d 11.00 WIB. Pengurus KKKS menyiapkan Class Teams yang berisi 5 channel sesuai dengan 5 paket kegiatan yang akan dilaksanakan. Di setiap channel disiapkan link kegiatan dan semua dokumentasi tersimpan pada sistem secara otomatis. Semua anggota KKKS Manyaran bisa mengakses menggunakan akun sekolah, dengan tujuan agar akun bisa terus aktif untuk menunjang kegiatan sekolah.
Pada kegiatan paket 1, sebagai narasumber Ngadi, S.Pd (Korwilcam Bidang Pendidikan Manyaran), moderator Ngatina, S.Pd, dan host Arif Dwi Prastyanto, S.Pd., M.Or. Kegiatan diawali dengan menyampaikan tata tertib vicon dan susunan acara. Sumarno, S.Pd selaku Ketua KKKS membuka kegiatan kemudian dilanjutkan oleh LG Sarmadi, S.Pd., M.Pd selaku pengawas yang memberi arahan dan motivasi agar kegiatan bisa rutin dilaksanakan guna peningkatan kinerja kepala sekolah.


Ngadi, S.Pd selaku narasumber menyampaikan materi Asesmen Nasional yang diberlakukan sebagai alat ukur untuk mengetahui ketercapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa. Asesmen Nasional tidak hanya memotret hasil belajar kognitif siswa, sebagaimana yang terjadi dalam Ujian Nasional namun juga memotret hasil belajar sosial emosional. Termasuk di dalamnya sikap, nilai, keyakinan, serta perilaku yang dapat memprediksi tindakan dan kinerja siswa di berbagai konteks yang relevan. Selain tuntutan kecakapan abad 21, profil pelajar Pancasila juga menjadi rujukan pencapaian karakter bagi seluruh siswa di Indonesia. Profil pelajar Pancasila sudah merangkum serangkaian kecakapan hidup abad 21.
Penting bagi guru dan siswa untuk mengadopsi proses pembelajaran yang berfokus pada pengembangan kompetensi. Pencapaian kompetensi siswa dapat diukur dari pemahaman konsep dan keterampilan menerapkan konsep dalam berbagai konteks. Dengan demikian, siswa tidak hanya menguasai konten semata, tetapi lebih menguasai pemahaman secara mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di berbagai konteks kehidupan. Hal ini yang diharapkan sebagai peningkatan hasil belajar siswa. Capaian kompetensi siswa secara holistik inilah yang ingin dievaluasi melalui Asesmen Nasional.
Asesmen Nasional bukan pengganti Ujian Nasional. Selain dari teknis pelaksanaannya, cakupan Asesmen Nasional berbeda jika dibandingkan dengan Ujian Nasional. Asesmen Nasional memberikan gambaran yang lebih utuh dan luas mengenai mutu pendidikan bukan hanya secara kognitif, namun juga karakter dan iklim belajar. Asesmen Nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survey karakter dan survey lingkungan belajar.

AKM dirangcang untuk mengukur siswa dari kognitif yaitu literasi dan numerasi. Survey karakter berupa pilar karakter untuk mencetak pelajar Pancasila. Dengan 6 indikator yaitu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia, kebhinekaan global, kemandirian, gotong royong, bernalar kritis, dan kreativitas. Survey lingkungan belajar untuk memetakan dan mengevaluasi aspek pendukung kualitas pembangunan di lingkungan sekolah.
Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Ada beberapa kepala sekolah yang menanyakan tentang Asesmen Nasional, karena merupakan hal baru. Kepala SD Negeri 1 Manyaran menyampaikan bahwa selain belajar Asesmen Nasional melalui KKKS ini maka kita bisa belajar dari portal layanan program GTK Kemendikbud dan akan mendapat sertifikat selama 32 jam yang mampu untuk memenuhi SKP. Setelah diskusi moderator menarik kesimpulan dan menutup kegiatan dengan foto bersama untuk dokumentasi di classteams KKS Manyaran. Semoga menambah semangat meningkatkan kinerja.